kronologis dan Dampak Perang dunia 1

    1.      SEJARAH PERANG DUNIA 1
http://4.bp.blogspot.com/-OibDwnZNlLY/TtipUcVFluI/AAAAAAAAACg/HAGIM_Hoj80/s1600/pd3.jpg        Perang Dunia I atau Perang Dunia Pertama, disingkat PD I, dan istilah-istilah dalam bahasa Inggris lainnya : "Great War", "War of the Nations", dan "War to End All Wars" (Perang untuk Mengakhiri Semua Perang) adalah sebuah konflik dunia yang berlangsung dari 28 Juli 1914 hingga 11 November 1918, yang berawal dari Semenanjung Balkan.
 Latar Belakang : 1.   Pembunuhan Pangeran Austria Franz Ferdinand oleh kelompok teroris Serbia, Gavrilo Princip di Sarajevo.
2.   Persaingan merebut daerah sumber bahan baku, penanaman modal, dan daerah pemasaran.
3.   Munculnya persekutuan / Blok persaingan politik antar negara-negara Eropa : Triple Alliance : Jerman, Austria, Italia, Triple Entente : Inggris, Perancis, Uni Soviet.      
        PD I dimulai setelah Pangeran Franz Ferdinand dari Austro-Hongaria (sekarang Austria) beserta istrinya, dibunuh di Sarajevo, Bosnia, oleh anggota kelompok teroris Serbia, Gavrilo Princip.Bosnia merupakan kawasan Austria yang dituntut oleh Serbia, salah satu negara kecil di Semenanjung Balkan, dimana pembunuhan tersebut telah direncanakan sebelumnya.
            Dengan bantuan Jerman, Austria-Hungaria memutuskan perang terhadap Serbia.Tidak pernah terjadi sebelumnya konflik sebesar ini, baik dari jumlah tentara yang dikerahkan dan dilibatkan, maupun jumlah korbannya.
Senjata kimia digunakan untuk pertama kalinya, pemboman massal warga sipil dari udara dilakukan, dan banyak dari pembunuhan massal berskala besar pertama abad 19 berlangsung saat perang ini.Empat dinasti, Habsburg, Romanov, Ottoman, dan Hohenzollern, yang memiliki akar kekuasaan hingga zaman Perang Salib, seluruhnya jatuh setelah perang.
            Austria-Hungaria menyerang Serbia pada 28 Juli 1914.Rusia membuat persediaan untuk membantu Serbia dan diserang oleh Jerman. Perancis pun turut membantu Rusia dan diserang oleh Jerman. Untuk tiba di Paris dengan secepat mungkin, tentara Jerman menyerang Belgia, dan kemudian Britania.
     Pada awalnya, Jerman memenangkan peperangan tersebut, akan tetapi Perancis, Britania, serta Rusia terus menyerang. Jerman, Austria-Hungaria, dan sekutunya disebut "Blok Sentral", dan negara-negara yang menentang mereka disebut "Blok Sekutu".
Sewaktu peperangan berlanjut, negara lain pun turut campur tangan. Hampir semuanya memihak kepada Sekutu.Pada tahun 1915, Italia bergabung dengan Sekutu karena ingin menguasai tanah Austria.Dan pada tahun 1917, Amerika Serikat memasuki peperangan, dan memihak kepada Sekutu.
Meskipun Tentara Sekutu sangat kuat, Jerman terlihat seperti akan memenangkan peperangan tersebut. Setelah 1914, Jerman pun menguasai Luxemburg, hampir seluruh daratan Belgia, serta sebagian dari Perancis utara.
            Jerman juga menang di Barisan Timur, ketika usaha Rusia gagal.Akan tetapi, menjelang tahun 1918, tentara Jerman mengalami kelelahan.Perbekalannya tidak mencukupi dan timbul pergolakan sosial di dalam negerinya sendiri.
Pada waktu yang sama, semakin banyak tentara Amerika Serikat yang baru tiba dan langsung bergabung kepada Sekutu. Pada musim panas 1918, tentera Amerika Serikat membantu menghalau serangan Jerman terakhir di barat.Jerman pun menandatangani perjanjian gencatan senjata pada 11 November 1918.

    2.      Perjanjian Versailles
Perjanjian VersaillesDi dalam Perjanjian Versailles yang ditandatangani setelah Perang Dunia I, pada 12 Januari 1919, Jerman menyerahkan tanah-tanah jajahannya dan sebagian dari wilayah Eropa-nya. Polandia dibebaskan dan mendapat wilayah Posen (sekarang kota Poznan), sebagian Silesia, serta sebagian lagi Prussia Barat.
            Alsace dan Lorraine yang dikuasai oleh Jerman dikembalikan ke Perancis.Perancis juga dapat menguasai kawasan Saar selama 15 tahun.Perjanjian ini juga meletakkan Rhineland dibawah pendudukan Tentera Sekutu selama 15 tahun.Jumlah pasukan tentara Jerman di perkecil tidak melebihi 100.000 orang, serta dilarang memiliki pasukan udara.Jerman juga harus membayar pampasan perang kepada Tentara Sekutu sebesar £6.600 juta.
            Diperkirakan 8.6 juta korban jiwa dalam Perang Dunia I. Blok Sekutu kehilangan 5.1 juta jiwa, sementara Blok Sentral 3.5 juta jiwa. PD I tersebut mengakibatkan kehancuran yang sangat besar terhadap negara-negara yang terlibat, yang dikenal dengan "Perang Untuk Mengakhiri Semua Perang" sehingga terjadilah Perang Dunia II(PD II).

     Puncak Perang Dunia I
Perang Dunia I menjadi saat pecahnya orde dunia lama, menandai berakhirnya monarki absolutisme di Eropa. Ia juga menjadi pemicu Revolusi Rusia, yang akan menginspirasi revolusi lainnya di negara-negara lain, seperti : Tiongkok dan Kuba, serta akan menjadi basis bagi Perang Dingin antara Uni Soviet dan AS.
Kekalahan Jerman dalam perang ini dan kegagalan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang masih menggantung yang telah menjadi sebab terjadinya Perang Dunia I, akan menjadi dasar kebangkitan Nazi, dan dengan itu pecahnya Perang Dunia II pada 1939. Ia juga menjadi dasar bagi peperangan bentuk baru yang sangat bergantung kepada teknologi, dan akan melibatkan non-militer dalam perang, seperti yang belum pernah terjadi sebelumnya.
    1.      Dampak perang dunia 1
1.      Bidang Polilitik
a)      Wilayah Negara yang kalah yang semakin sempit, sedangkan wilayah Negara pemenang semakin luas.
b)      Di Eropa timur timbul Negara-negara baru, seperti Polandia, Cekosiowakia, Yugoslavia, dan Hongaria. Di Timur Tengah timbul negara-negara  baru, seperti irak, Saudi Arabiyah, Iran, Yordania, Syria, dan Mesir.
c)      Kegagalan liberalisme mengatasi kekacauan dan kesulitan akibat perang mengakibatkan totalitarisme diberbagai negara. Di Italia lahir fasisme, di Jerman timbul Nazisme, di Jepang timbul militerisme, dan di Rusia timbul komonisme.
2.      Bidang Sosial
a)      Peranan kaum buruh sangat penting selama perang, mereka berperan dalam industry mesin perang. Setelah perang kedudukan mereka semakin penting, dilator belakangi oleh semakin kuatnya sosialisme dan komonisme.
b)      Peran kaum wanita pun penting selama perang karena menangani kesehatan dan menggantikan pekerjaan pria. Setelah perang, tuntutan emansipasi wanita semakin kuat.
c)      Pengalaman dimasa perang memunculkan keinginan untuk memelihara perdamaian dunia. Pada tahun 1919, dibentuk Liga Bangsa-Bangsa (League Of Nations).
3.      Bidang Ekonomi
a)      Perekonomian mengalami krisis setelah perang. Banyak Negara mengalami kebangkrutan. Puncak depresi ekonomi terjadi pada tahun 1929, dikenal sebagai zaman malaise.
b)      Memburuknya perekonomian dunia memunculkan anggapan bahwa kapitalisme gagal. Sebagai gantinya, banyak negara menerapkan etatisme, dimana perekonomian dikendalaikan oleh Negara.

    2.      Perkembangan terakhir perang dalam situasi sekarang
Perang dunia satu dan akibatnya mengubah selamanya bentuk ekonomi dan politik dunia. Ia menciptakan kekuatan besar Amerika Serikat, menghancurkan Kerajaan Eropa, menciptakan bangsa-bangsa baru, mengadopsi ketegangan etnis yang pahit dan masih berlangsung dan membawadunia pada perang dunia dua. Kini, perang itu dihidupkan kembali oleh rekaman kenangan, pameran museumbuku, televise dan film. Sejak tahun 1960-an, telah ada minat besar pada perang itu yang mengarah kepada  pengembangan wisata ke medan-medan tempur garis depan barat.
1.      Menuju perang baru,
perang dunia pertama berakhir secara resmi dengan perjanjian Versailles pada 28 juni 1919. Namun demikian, seperti diperkirakan banyak orang, syarat-syarat perjanjian begitu berat bagi jerman sehingga menimbulkan kebencian dan politik ekstrem. “perang yang mengakhiri semua perang” marah berubah menjadi duapuluh tahun persiapan menuju pecahnya perang dunia kedua 1939. Akibat perjanjian Versailles selama jeda perang mengubah wajah dunia.
Terlepas dari fakta bahwa perjanjian Versailles memuat dari empatbelas pokok kedamaian dunia Presiden Woodrow Ilson, Senat Amerika Serikat menolak untuk meratifikasi perjanjian Versailles.Persis saat kepemimpinan Amerika Serikat dibuthkan, Negara itu malah masuk kedalam kebijakan isolasi, yang mencegah bantuan apapun dalam restrukturisasi keuangan global, dan pembayaran utang.Di Jerman banyak yang percaya bahwa angkatan perang mereka tidak terkalahkan, dan politisi yang tidak becus dan konitas penghasut telah menyebabkan keruntuhan dari dalam.Rasa malu jerman memuncak saat pasukan Prancis menduduki daerah industri Ruhr pada 1021, ketika jerman tidak melakukan pembayaran.Perjanjian Versailles menegaskan bahwa jerman hanya dapat menyimpan 100.000 serdadu senjata.Banyak mantan serdadu bergabung dalam kelompok ekstrem sayap kanan selama kekacauan social dan ekonomi pada tahun 1920-an. Perkembangan tersebut, ditambah dengan inflasi yang tinggi dan ketidak mampuan pemerintahan jerman untuk mengatasinya berpuncak pada dibentuknya partai Sosialis Nasional (Nasi)dibawah Adolf Hitler, perdana mentri terpilih tahun 1933.

2.      Eropa Baru
Di Eropa, masa perang internal juga mengalami perkembangan politik yang berbahaya. Italia merasa telah diperlakukan semena-mena di Versailles walau berada disisi sekutu.Ini member kesempatan bagi Benito Musolini dan pengikutnya, kelompok fasis untuk menguasai kekuatan politik. Peta politik eropa timur juga dirombak ulang dalam masa ini. Verlandia, ceskoslovkea, polandia dan Yugoslavia semua bermunculan setelah 1919. Banyak dari Negara-negara baru ini lemah dan tidak dapat melakukan hal kecuali menghasilkan perpecahan dimas depan. Warisan ini berlanjut hingga PD 2 perang dingin jatuhnya soviet pada 1980-an danakhirnya berperng dalam pertempuran pahit di Bosnia-Herzegovina pada 1990-an
3.      Masalah Di Timur Tengah
Timur tengah juga menderita akibat perjanjian Versailles yang efeknya masih tersa hingga kini. Tanah-tanah arab di bebaskan saat sekutu Jerman , kerajaaan Oktaman tidak di beri kemerdekaan diversailles. Wilayah yang luas di bagi-bagi secara acak dan batasan-batasan territorial ditegaskan.Negara-negara baru di tetapkan dengan mandat agar di atur Inggris dan Prancis.Aksi-aksi ini menyamai dari banyak benih masalah saat ini yang bertalian dengan nasionalisme, agama, dan kendalai atas produksi minyak.

4.      Wisata Medan Tempur
Selama jedah perang puluhan ribu pengunjung dan wisatawan mendatangi medan-medan tempur garis depan barat mengengam surat-surat tua, peta, dan buku panduan, mereka pergi dengan bus ke some dan ypres, berhenti sejenak di lokasi-lokasi dan kota yang berhubungan dengan perang 4 tahun itu. Mereka menginap di hotel-hotel local. Makan dan minum di kafe dan bar  danmembelicinderamata medan tempur untuk di bawa pulang . wisata medan tempur membantu pemabanguna kembali ekonomi local yang tercabik. PD II sejenak menghentikan para pengunjung medan tempur. Namun munculnya televisi merangsang keinginan banyak orang untuk mengunjungi medan-medan tempur Garis Depan Barat , dan selama awal 70-an ada 50.000 pengunjung setiap tahun . Hingga 1974, jumlah ini berkembang hingga 250.000 orang setiap tahun. Pertanyaan-pertanyaan pribadi kepada Komisi Makam Perang persemakmuran (CWGC) mengenai lokasi-lokasi makam meningkat dari 1.500 setahun pada pertengahan 1960-an hingga 28.000 pada 1990-an. Kini, angka-angka wisatawan terus berkembang cepat,dan dilayani oleh semakin banyak hotel,kafe,dan perusahaaan tur medan tempur . Upacara “Last Post” di Ypres pun masih berlangsung setiap malam pada jam 8 dan menarik banyak pengunjung.   

5.      Museum, Monumen, dan Peninggalan Budaya
Bermula di 1960-an dan berkembang selama 1990-an, PD I berubah dari sebuah minat khusus ke peristiwa budaya yang penting . Ia menjadi campuran hebat antara wisata medan tempur yang menarik, mencakup makam-makam perang yang terawat baik,museum dan pameran perang ,serta memorial tua dan batu. Ide perang sebagai sebuah peninggalan budaya telah tiba.Di inggris, Museum Perang Kerajaan melakukan pameran-pameran besar. Sebuah Inventaris Memorial Perang Nasional telah dibentuk,dan hening cipta dua menit pada 11 November diikuti oleh semakin banyak orang. Di Prancis dan Belgia,”Pengalaman garis depan Barat” telah menjadi wisata komersial. Badan-badan wisatawan di Ypres dan somme menyelenggarakan acara khusus, dan hotel, restoran serta toko local menghias diri dengan tema Perang Besar.

6.      Arkeologi Medan Tempur
Barulah akhir-akhir ini PD I dipandang sebagai subjek arkeologi pentinh untuk dipelajari.Pada tahun 2001, sebuah pemakaman missal duabelas serdadu Jerman ditemukan di Gavrelle, menyisakan tengkorak yang masih menggunakan helm , dan sepertinya dikubur dengan terburu-buru oleh rekannya. Di Flanders Belgia, di medan tempur tua Ypres Salient, kelompok amatir lokal melakukan penggalian hingga tahun 2002. Setelah itu Institut Peninggalan Arkeologi Flanders Barat terlibat secara resmi.Penyelidikan pertamanya adalah sebuah penggalian pada jalur perpanjangan jalan raya A19 diluar Ypres. Pemantauan arkeologi mencakup foto udara ,peta parit, dan deskripsi masa kini tentang pertempuran , juga wawancara warga setempat dan penjelajahan medan perang. Pendekatan menyeluruh ini menemukan sembilan zona untuk diteliti.Mereka menemukan perbedaan antara struktur parit Jerman dan Inggris, tujuh jasad manusia ,system parit,papan pelindung ,amunisi dan perlengkapan serdadu. Sejak 2002 ,arkeologi professional telah tiba di medan-medan tempur Garis Depan Barat . Perkembangan paling penting adalah terbentuknya Departemen Arkeologi PD I di Belgia pada tahun 2002 , yang memusatkan perhatian pada siapa yang diperbolehkan melakukan penggalian,caranya,tempat dan waktunya.

7.      Melindungi Kenangan
Penggalian situs PD I melibatkan kejadian akhir-akhir ini yang masih tersisa dalam ingatan. Ini membuat penyelidikan menjadi sensitive dn sulit bagi meraka yang menggali dan mengunjungi . Liputan media seringkali memperlihatkan gambar tengkorak serdadu-serdadu tidak dikenal, sambil menekankan bahwa mungkin itu adalah kakek atau buyut kita .semua ini menjadi lebih emosional lagi dengan laporan adanya ratusan ribu jasad tak dikenal yang masih tergeletak di medan-medan perang . Nama- nama mereka terukir pada memorial-memorial besar bagi serdadu yang hilang di Thiepval di Somme, dan di Tycenot dan Menin Gate di Flanders, Belgia. Komisi Monumen Tempur Amerika , yang di bentuk oleh undang-undang Kongkres pada 1923, menghormati pengorbanan serdadu Amerika Serikat. Di Amerika , 11 November dikenal sebagai hari Veteran dan ditandai dengan upacara-upacara dibeberapa lokasi tugu memorial.

jumlah korban

Korban Sekutu : 6.345.600 Belgia : 13.700 Kekaisaran Britania :908.000 Australia : 60.000 Kanada : 55.000India : 25.000 Selandia Baru : 16.000 AfrikaSelatan : 7.000 Inggris : 715.000Perancis : 1.354.000Yunani : 5.000Italia :650.000Jepang : 300 Rumania : 336.000Rusia : 1.700.000Serbia : 450.000AmerikaSerikat : 50.600 Kekuatan As/Poros : 3.382.500 Austria-Hungaria : 1.200.000 Bulgaria: 87.500Jerman : 1.770.000Kerajaan Ottoman : 325.000Warga sipil :6.493.000 Austria : 300.000Belgia : 30.000Inggris : 31.000Bulgaria : 275.000Perancis: 40.000Jerman : 760.000Yunani : 132.000 Rumania : 275.000 Rusia : 3.000.000 Serbia: 655.000 Kerajaan Ottoman : 1.005.000


Labels:

Post a Comment

This comment has been removed by a blog administrator. -

- Comment dilarang spam-menyebarkan link
- Untuk mendapatkan backlink berkomentarlah menggunakan gmail / openid
- Dilarang komentar 'dewasa'
-Sharing is Caring. Jangan lupa like fanpage kami

Refano Pradana

{google-plus#https://plus.google.com/u/0/112244076923112035800/} {pinterest#https://id.pinterest.com/apsdbgsmgs/}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget