Articles by "History and People"

Teori masuknya budaya Hindu-Budha beserta kelemahan tiap teori dan teori masuk dan penyebaran agama dan kebudayaan Hindhu-Budha di Indonesia yang paling benar.

Teori masuknya budaya Hindu-Budha beserta kelemahan tiap teori dan teori masuk dan penyebaran agama dan kebudayaan Hindhu-Budha di Indonesia yang paling benar.


Jelaskan proses penyebaran agama dan kebudayaan hindu dan budha ke asia tenggara!

Teori dan proses Penyebaran Agama Hindhu-Buddha di Indonesia yang paling benar adalah?

Perlu diketahui, bahwa kapan pertama kalinya India menjalin hubungan dengan Indonesia adalah saat awal masehi. Hubungan ini semata hanya untuk faktor ekonomi  dan pemenuhan hidup (hubungan dagang) semata, namun perlahan berkembang ke bidang kebudayaan dan agama. Orang-orang India umumnya berdagang wangi-wangian, tekstil

Kebudayaan ini masuk melalui proses yang panjang. Beberapa pendapat dari ahli masih berupa dugaan sementaa. Namun cukup berguna untuk memberikan pemahaman tentang bagaimana proses masuk dan berkembangnya kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia.

Teori masuknya budaya Hindu-Buddha di Indonesia pada dasarnya dibagi dalam dua pandangan. Pertama, pendapat yang menekankan peran aktif dari orang-orang India, terdiri dari Teori Waisya, teori Ksatria, dan teori Brahmana). Pandangan kedua mengemukakan peran aktif orang-orang Indonesia dalam penyebaran kebudayan dan agama hindu buddha ke Indonesia, atau teori arus balik.

Namun teori penyebaran agama Hindu-Buddha manakah yang paling benar? Pertama, mari kita pahami dulu tiap macam-macam teori penyebaran kebudayan dan agama Hindu-Buddha di Indonesia ini.
1.    Teori Waisya

Teori Waisya adalah teori yang menyatakan bahwa golongan waisya lah yang yang menyebarkan agama dan budaya Hindu-Budha di Indonesia. Waisya sendiri merupakan kasta untuk kelas pedagang. Memang dizaman dahulu golongan terbesar dan yang pertama kali menetap di Indonesia adalah pedagang. Pedagang tersebut selain berdagang juga memperkenalkan agama Hindhu Budha di masyarakat nusantara. Mengapa pedagang India memilih menetap? Karena jalur pelayaran pada masa itu masih sebatas mengandalkan angin musim. Nah, selama para pedagang itu menetap, otomatis akan ada rasa sepi di hatinya. Oleh karena itu,  untuk mengisi ruang di hati, akhirnya para pedagang India memilih untuk melakukan perkawinan dengan  penduduk pribumi. Jadi masuklah budaya dan agama India di Indonesia. Inilah yang dimaksud teori Waisya. Tokoh pengusung teori Waisya adalah N.J Krom.

Teori ini memiliki kelemahan:

    Bahwa pedagang India yang datang ke Indonesia umumnya adalah masyarakat biasa sehingga perubahan budaya
    Kerajaan terbentuk di pedalaman, bukan di pinggir pantai pesisir


2.    Teori Ksatria

Ada tiga hipotesis dari para ahli bagaimana kebudayaan India dan agamanya menyebar ke Indonesia melalui golongan ksatria, Hipotesis ksatria sangat menekankan pada semangat golongan ksatria untuk berpetualang.

a.    Teori Ksatria menurut C.C Berg

Penyebaran kebudayaan Hindu-Buddha menurut C.C Berg adalah para petualang dari golongan ksatria. Para Ksatria ini beberapa ada yang terlibat konflik perebutan wilayah antar suku-suku di Indonesia. Para ksatria ini membantu memenangkan salah satu kelompok suku yang bertikai.  Sebagai rasa terimakasih atas kemenangan itu, kepala suku memberikan hadiah berupa janji akan menikahkan salah seorang putrinya. Dari teori ini memudahkan bagi para ksatria untuk menyebarkan tradisi Hindu-Buddha. Hal ini karena ia telah menikah dengan anak kepala suku, yang  saat itu kepala suku memang dibapakkan oleh anggota suku. Sehingga pengaruh Hindu-Buddha mudah diterima masyarakat.

b.    Teori Ksatria menurut Mookerji

 Menurut pendapatnya, justru tentara Indialah yang membawa pengaruh keberadaan Hindu-Buddha dimasa lalu. Para ksatria ini membangun koloni dan ekspansi yang terus berkembang hingga menjadi kerajaan. Para koloni ini kemudian mengadakan hubungan perdagangan dengan kerajaan di India.

c.    Teori Ksatria J.L. Moens

Teori ini lebih menitik beratkan bagaimana menghubungkan proses-proses terbentuknya kerajaan di Indonesia pada awal abad ke 5 dengan apa yang terjadi di India di waktu yang sama. Pada saat abad kelima, banyak kerajaan di India Selatan yang mengalami kehancuran. Karena dalam kehancuran, para ksatrianya melarikan diri ke Indonesia. Mereka terus berkembang di Indonesia hingga menjadi kerajaan.

Teori ini kurang meyakinkan, dan mempunyai kelemahan. Kelemahan Teori Ksatria:

1.    Para ksatria tidak menguasai huruf pallawa dan Sanskerta

2.    Kalau memang terjadi peristiwa penaklukan daerah di Indonesia oleh kerajaan di India, maka sudah pasti dicatatkan dalam bukti prasastinya. Namun sampai sekarang tidak ada. Kalaupun ada, misal prasasti Tanjore, yang menceritakan penaklukan kerajaan Sriwijaya oleh kerajaan Cola di India, tidak memenuhi syarat. Karena prasasti tersebut dibuat pada abad ke 11, sedangkan bukti-bukti yang harus diperlukan harus dibuat pada waktu yang jauh lebih awal.

3.    Tidak ditemukan perkawinan antara penduduk pribumi dengan ksatria

Secara keseluruhan, teori-teori diatas kurang benar. Pertama, karena kebudayaan India asli telah mengalami akulturasi, sehingga kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia berbeda dengan di India. Kedua, hanya kaum Brahmana yang boleh mengajarkan agama.


3.    Teori Brahmana

Menurut Van Leur, peranan kaum brahmanalah yang berpengaruh  dalam memperkenalkan budaya dan agama Hindu-Buddha. Kedatangan mereka karena diundang oleh penguasa bangsa Indonesia.
Teori Brahmana juga masih kurang meyakinkan. Mengapa?

Brahmana menurut ajaran tidak diperbolehkan untuk berpergian, mereka bertugas untuk bertapa, mendekatkan diri kepada sang kuasa, di suatu tempat peribadahan.

Terus manakah yang teori yang paling benar? Teori merupakan dugaan dan kemungkinan. Jadi teori belum tentu benar adanya. Tetapi tentu ada teori persebaran yang paling benar.







4. Teori Arus Balik

 Peta jalur penyebaran agama hindu budha di indonesia

Peta jalur penyebaran agama hindu budha di indonesia, berdasarkan jalur perdagangan


Teori arus balik inilah yang paling benar. Dengan menitikberatkan keaktifan orang Indonesia dalam masuknya pengaruh Hindu-Buddha di Indonesia. Teori ini didukung oleh F.D.K Bosch.
Saat pertama kali India menjalin hubungan dengan Indonesia, bukan hanya para pedagang yang pertama kali datang, melainkan para intelektual yang ikut menumpang kapal pedagang. Mereka mengajarkan budaya-budaya India, (Bukan agama, karena hanya kasta Brahmanalah yang boleh mengajarkan agama). Penduduk pribumipun akhirnya tertarik, hal ini dikarenakan adanya kesamaan budaya. Misalnya saja; candi dengan punden berundak, kepercayaan, dan sebagainya.

 Dan orang-orang pribumipun akhirnya mendalami kebudayaan tersebut, mereka turut menumpang kapal pedagang untuk pergi ke India. Di sana ia pasti bertemu dengan para brahmana, dan akhirnya mendalami agama Hindu-Buddha. Setelah itu mereka pulang dan menyampaikan ilmu yang diperolehnya.

Dengan kemampuan local genius, penduduk pribumi mencoba menyesuaikan kebudayaan India dengan kebudayaan Indonesia. Akhirnya terjadilah akulturasi kebudayaan. Itulah sebabnya mengapa kebudayaan Hindu-Buddha India ‘berbeda tetapi sama’ dengan kebudayaan Hindu-Buddha Indonesia. Karena 2 kebudayaan tersebut melebur menjadi satu tanpa menghilangkan kekhasan tiap kebudayaan. Ya kalau gak percaya, coba saja lihat fungsi candi India dengan candi Indonesia, pasti beda.

Itulah proses penyebaran hindu-buddha di indonesia yang sebenarnya


Kata kunci: proses penyebaran Asia tenggara


Zaman Praaksara disebut juga dengan zaman nirleka (nir artinya tidak ada, dan leka artinya tulisan), yaitu zaman dimana tidak ada tulisan. Zaman pra-aksara disebut juga dengan Zaman pra-sejarah, yaitu suatu zaman dimana manusia belum mengenal tulisan.

Geologi adalah ilmu yang mempelajari bumi secara keseluruhan.

Berdasarkan geologi, terjadinya bumi sampai sekarang dibagi ke dalam empat zaman. Zaman-zaman tersebut merupakan periodisasi atau pembabakan prasejarah yang terdiri dari :

1.         Zaman Arkeozoikum
2.         Zaman Paleozoikum
3.         Zaman Mesozoikum
4.         Zaman Neozoikum

1.         Zaman Arkeozoikum ( 4500 juta – 2500 juta tahun yang lalu)


Masa awal pembentukan bumi, Lingkungan hidup pada masa itu sangat mirip dengan lingkungan disekitar mata-air panas karena suhu bumi masih sangat panas, dan Masa ini juga merupakan awal terbentuknya Inti bumi sampai kulit bumi. Diperkirakan belum ada makhluk hidup.

2.         Zaman Paleozoikum ( 3400 juta tahun yang lalu)


Keadaan, bumi belum stabil, iklim msih berubah-ubah dan curah hujan sangat besar. Pada zaman inilah dimulainya tanda-tanda kehidupan dimulai dengan makhluk-makhluk bersel satu (mikroorganisme), hewan-hewan tak bertulang punggung, jenis-jenis ikan, ganggang, serta rumput-rumputan. Dan pada akhir zaman ini, suhu di Bumi turun drastis.
Zaman paleozoikum terbagi menjadi 6
1. Periode Kambrium
Terjadi sekitar 575-505 juta tahun lalu. Periode ini merupakan periode pertama era Paleozoikum. Kelimpahan makhluk hidup yang di temukan pada periode ini kemungkinan berhubungan dengan evolusi skeleton (rangka). Fosil penunjuk untuk zaman ini adalah Trilobita (kelompok Artropoda yang kini telah punah).
2. Periode Odovicia
Terjadi sekitar 505-440 juta tahun lalu. Periode ini melanjutkan periode Kambrium dan diikuti oleh periode Silur. Periode yang mendapat namanya dari salah satu suku di Wales, Ordovices, ini didefinisikan oleh Charles Lapworth pada tahun 1879. Zaman ini merupakan zaman perkembangan hewan invertebrata dan pemunculan invertebrata lain seperti Tetrakoral, Graptolit, Ekinoid (Landak laut), Asteroid (Bintang Laut), Krinoid (Lilia Laut), dan Bryozoa. Pada zaman ini juga mulai muncul vertebrata dari jenis ikan tanpa rahang.

4. Periode Devon
Terjadi pada tahun 410-360 juta tahun lalu. Pada masa Devonian, antropoda dan vertebrata awal melanjutkan kolonisasi di daratan. Binatang-binatang ini memiliki problem yang sama dengan tanaman ketika pertama kali berkolonisasi di daratan, seperti mengurangi kehilangan air dan memaksimalkan penghirupan oksigen. Kemajuan paling evolusioner dari masalah ini tidak hanya memungkinkan binatang dapat menginvasi daratan, tapi juga menyebar ke seluruh benua.

5.Periode Carbonivera
Terjadi pada tahun 360-286 juta tahun lalu. Pada masa Carbonivera, benua-benua bergabung membentuk kelompok-kelompok kecil daratan luas dengan jembatan-jembatan darat dari Eropa ke Amerika Utara, dan dari Afrika ke Amerika Selatan, Antartika, dan Australia. Tabrakan antarbenua menghasilkan sabuk Pegunungan Appalachian di sebelah timur Amerika Utara dan Pegunungan Hercynian di Inggris. Tumbukan lebih lanjut antara Siberia dan Eropa Timur membentuk Pegunungan Ural. Reptilia dan serangga raksasa muncul pertama kali. Pohon pertama yang muncul adalah jamur klab, tumbuhan fern paku ekor kuda yang tumbuh di rawa-rawa. Saat itu benua-benua mulai menyatu membentuk satu masa daratan yang sangat luas disebut Pangea.

6. Periode Permia
Terjadi pada tahun 286-245 juta tahun yang lalu. Pada periode Permia, benua-benua bergerak lebih mendekat dibandingkan masa Carbonivera, di mana bagian utara dan bagian selatan super benua Laurasia dan Gondwana mulai menyatu dan membentuk sebuah benua maha luas yang disebut Pangaea. Periode Permia merupakan periode final dari masa Paleozoikum dan diberi nama sesuai nama sebuah provinsi, Perm, di Rusia, tempat di mana batu pada periode ini dipelajari. Pada periode ini perkembangan reptilia yang mirip mamalia mulai meningkat dan munculnya serangga modern, begitu juga tumbuhan Konifer dan Ginkgoc primitive. Periode ini diakhiri dengan kepunahan massal.


3.         Zaman Mesozoikum (140 juta tahun yang lalu)

Makalah: Zaman Praaksara berdasarkan ilmu geologi
Gambar Zaman Mesozoikum
Zaman ini disebut juga zaman sekunder (kedua) yang berlangsung kira-kira 140 juta tahun yang lalu. Saat itu mulai muncul pohon-pohon besar dan hewan yang hidup di darat. Iklim makin membaik, curah hujan mulai berkurang. Di zaman ini kehidupan binatang berkembang pesat dan beberapa di antaranya adalah binatang reptile yang ukurantubuhnya sangat besar. Di zaman ini hewan terbanyak adalah reptile maka sebagian orang menyebut zaman ini adalah zaman reptile.
Zaman Mesozoikum terbagi menjadi 3 periode:
    1.  Periode Trias
Terjadi pada tahun 245-208 juta tahun yang lalu.Pada zaman ini Pangaea pecah menjadi benua benua sekarang yang disebabkan oleh mencairnya es dari selatan yang membuat celah celah di pangaea. Dinosaurus dan reptilia laut berukuran besar mulai muncul pada zaman ini. Reptilia Cynodont, yang menyerupai mamalia pemakan daging,mulai berkembang. Mamalia pertamapun mulai muncul saat ini, contohnya adalah . Dan ada banyak jenis reptilia yang hidup di air, termasuk penyu dan kura-kura.
2. Periode Jura/Jurassic
Terjadi pada tahun 208-145 juta tahun yang lalu. Pada zaman ini, Amonit dan Belemnit sangat umum. Reptilia meningkat jumlahnya.Dinosaurus menguasai daratan, Ichtiyosaurus berburu di dalam lautan dan Pterosaurusmerajai angkasa. Banyak dinosaurus tumbuh dalam ukuran yang luar biasa. Burung sejati pertama (Archeopterya) berevolusi dan banyak jenis buaya berkembang. Tumbuhan Konifer menjadi umum, sementara Bennefit dan Sequola melimpah pada waktu ini.
Pangea terpecah dimana Amerika Utara memisahkan diri dari Afrika sedangkan Amerika Selatan melepaskan diri dari Antartika dan Australia.
3.. Periode Kapur
Terjadi pada tahun 145-65 juta tahun yang lalu. Banyak dinosaurus raksasa dan reptilia terbang hidup pada zaman ini. Mamalia berari-ari muncul pertama kalinya. Pada akhir zaman ini Dinosaurus, Ichtiyosaurus, Pterosaurus, Plesiosaurus, Amonit dan Belemnit punah. Mamalia dan tumbuhan berbunga mulai berkembang menjadi banyak bentuk yang berlainan. Iklim sedang mulai muncul. India terlepas jauh dari Afrika menuju Asia. Zaman ini adalah zaman akhir dari kehidupan biantang-binatang raksasa yang di karenakan adanya meteorit raksasa yang menabrak bumi. 


4. Zaman Neozoikum

Gambar Zaman Neozoikum
Zaman ini terjadi sekitar 60 juta tahun yang lalu. Saat itu keadaan bumi sudah semakin memungkinkan untuk mendorong munculnya makhluk hidup lainnya seperti binatang menyusui, sejenis kera, kera-manusia dan monyet. Jenis manusia purba telah muncul pada zaman neozoikum.Manusia merupakan makhluk hidup yang muncul paling terakhir di dunia. Sebelumnya, dunia ini telah dihuni oleh makhluk-makhluk seperti hewan menyusui dan jenis kera atau kera-manusia. Selain itu, sebelumnya pun telah muncul jenis reptil purba seperti dinosaurus dan atlantasaurus. Hewan raksasa ini ada yang menjadi pemakan tumbuhan dan ada juga yang menjadi pemakan daging.
 
Zaman Neozoikum dibedakan menjadi 2,yakni:
1.         Zaman Tersier
2.         Zaman Quarter

1)        Zaman Tersier

Zaman ini Terjadi sekitar tahun 65-1,7 juta tahun yang lalu. Pada zaman tersier terjadi perkembangan jenis kehidupan seperti munculnya primata dan burung tak bergigi berukuran besar yang menyerupai burung unta, sedangkan fauna laut sepert ikan, moluska dan echinodermata sangat mirip dengan fauna laut yang hidup sekarang. Tumbuhan berbunga pada zaman Tersier terus berevolusi menghasilkan banyak variasi tumbuhan, seperti semak belukar, tumbuhan merambat dan rumput. Zaman ini juga ditandai dengan punahnya reptil reptil raksasa.
Zaman Tersier terbagi menjadi 5 masa;
  • Masa Paleosen (65-54 juta tahun yang lalu)
Yaitu Masa purba (palaios) yang tidak memiliki jenis bintang yang hidup sekarang (cene = kainos), yang berlangsung sejak 65 hingga 54 juta tahun silam. Fosil yang diperagakan yaitu Phaladomya sp. (kerang) dari Belgia.  Paleosen merupakan kala pertama dari periode Paleogen di era modern Kenozoikum. Seperti halnya skala waktu geologi lainnya, stratum yang menunjukkan awal dan akhir kala ini terdefinisi dengan jelas, tapi waktu pasti akhirnya tidak terlalu jelas.
  • Masa Eosen (54-38 juta tahun yang lalu)
Awal Eosen ditandai dengan kemunculan mamalia modern pertama. Akhir Eosen adalah suatu kepunahan massal yang disebut Grande Coupure, yang mungkin berhubungan dengan satu atau lebih bolide (meteor besar) yang ditemukan di Siberia dan Chesapeake Bay. Fosil yang diperagakan yaitu: ikan air tawar dari Sumatera Barat, kerang dan siput.
  •  Masa Oligosen (38-26 juta tahun yang lalu)
Masa Oligosen, yang berarti hanya sedikit (oligos) kesamaannya dengan hewan sekarang.Awal Oligosen ditandai dengan kepunahan massal yang mungkin berhubungan dengan tumbukan objek luar angkasa yang ditemukan di Siberia dan dekat Chesapeake Bay. Batas antara Oligosen dan Miosen tidak dapat ditentukan secara mudah dengan suatu peristiwa, melainkan merupakan batas yang semu antara Oligosen yang lebih hangat dengan Miosen yang relatif lebih dingin. Fosil yang ditampilkan yaitu: daun marga kamper (Cinnamomum sp.) dari Austria, kayu Sequoia sp. dan kepiting (Canser sp.) dari Jerman.
  • Masa Miosen (26-5 juta tahun yang lalu)
Masa Miosen, yang berarti jumlah hewan laut masih kurang (meion)dibanding yang hidup sekarang. Fosil yang diperagakan yaitu: foraminifera besarLepidocyclina sp. (hewan laut satu sel) dari batu gamping Pandeglang, kerang Arca sp. (jenis yang kini dimakan), dan kayu marga raminGonystylus sp. dari berbagai daerah.
  • Kala Pliosen (5-1,8 juta tahun yang lalu)
makhluk primata (binatang menyusui serupakera) mulai nampak. Pada zaman ini pula hidup hewan yang lebih besardaripada gorilla yang disebut Gigantrhopus (Kera Manusia Raksasa).Gigantrhopus hidup berkelompok sehingga mereka bisa berkembang biak dan menyebar dari Afrika ke Asia Selatan dan Asia Tenggara.
2)        Zaman Quarter
Zaman ini terjadi 1,7 tahun yang lalu, Zaman Kuarter terdiri dari kala Plistosen dan Kala Holosen.
Kala Plistosen mulai sekitar 1,8 juta tahun yang lalu dan berakhir pada 10.000 tahun yang lalu. Kemudian diikuti oleh Kala Holosen yang berlangsung sampai sekarang.
Pada Kala Plistosen paling sedikit terjadi 5 kali jaman es (jaman glasial). Pada jaman glasial sebagian besar Eropa, Amerika utara dan Asia bagian utara ditutupi es, begitu pula Pegunungan Alpen, Pegunungan Cherpatia dan Pegunungan Himalaya

Zaman Quarter dibagi menjadi 2, yakni:
1.         Zaman Divilum
2.         Alluvium
  • Zaman Divilum
Zaman Dilluvium / Pleistosen yaitu zaman dimana es yang ada di kutub utara meluas karena suhu turun (glacial) dan mulai mencair karena suhu naik (interglasial). Zaman ini juga ditandai dengan adanya manusia purba.

  • Zaman Alluvium
Zaman Alluvium atau Zaman Holosen yaitu kala manusia merajai dunia, yang baru mulai 20.000 tahun silam. Dari kala ini diperagakan sejarah budaya manusia Zaman Paleolitikum (Zaman Batu purba) sampai Zaman Neolitikum (Zaman Batu baru) yang ditemukan di Punung (Pacitan, Jawa Timur) dan Dago (Bandung, Jawa Barat).

 Zaman Praaksara Berdasarkan Teknologi

Zaman Praaksara berdasarkan  teknologi
                                                                                                           Asal Gambar :walpaperup.com

Berdasarkan Teknologi dapat dibagi dalam
a. Zaman Batu
b. Zaman Logam

a. Zaman Batu
Zaman Batu adalah zaman prasejarah ketika manusia menciptakan alat dari batu (karena tak memiliki teknologi yang lebih baik).
Zaman batu dibedakan menjadi beberapa masa
Zaman Batu Madya            ( Mesolithikum)
Zaman Batu Muda              ( Neolitikum)
Zaman Batu Besar              ( Megalitikum)

Berikut ini dijelaskan pembagian-pembagian zaman batu

1. Zaman Batu Madya ( Mesolithikum)

1.1 Pengertian
Zaman dimana manusia banyak membuat peralatan dari batu-batuan yang masih dikerjakan secara kasar, tidak diasah atau dipolis. 
1.2 Ciri-Ciri
I. Manusia menggunakan alat alat dari batu, tetapi ada juga dari tulang yang kasar
II. Berburu (Food Gathering)
III. Bertempat tinggal secara berpindah (nomaden)
IV. Manusia hidup dengan cara meramu dan berburu (food gathering)
V. Belum Mengenal Seni

1.3 Contoh Peninggalan, Klik untuk Memperbesar.. Gambar bro..


























a. Kapak Genggam : Fungsinya Mirip Kapak, tetapi tidak bertangkai dan cara mempergunakannya dengan cara menggenggam.
b. Kapak Perimbas : Berfungsi untuk Memahat atau merimbas tulang sebagai senjata
c. Peralatan dari Tulang : Berfungsi untuk mengorek keladi atau ubi dari dalam tanah. Selain itu juga dapat digunakan untuk menangkap ikan serta mengasah batu dengan cara dipukul.

2. Zaman Batu Madya (Mesolithikum)

2.1 Pengertian
Berasal dari bahasa Yunani, mesos “tengah”, lithos“batu”
yaitu suatu periode dalam perkembangan teknologi manusia yang berada diantara Zaman Batu Tua dan Zaman Batu Muda

2.2 Ciri Ciri
a. Alat-alat yang digunakan lebih halus daripada zaman batu tua
b. Ditemukan goa tempat tinggal, biasa disebut (Abris Sous Roche)
c. Bertempat tinggal secara berpindah
d. Mulai mengenal seni yang berupa lukisan cap tangan di dinding gua
e. Ditemukan Bukit Karang hasil sisa sampah, atau disebut kjokkenmoddinger
f. Mulai mengenal kepercayaan

2.3 Berikut contoh-contoh peninggalan di Zaman Mesolithikum (Batu Madya)

a. Abris Saus Roche




adalah gua-gua batu karang atau ceruk yang digunakan sebagai tempat tinggal manusia purba. Berfungsi sebagai tempat tinggal.

b. Kjokkenmoddinger



Kjokkenmoddinger berasal dari bahasa Denmark, Kjokken berarti dapur dan modding artinya sampah. Jadi, kjokkenmoddinger adalah sampah dapur berupa kulit-kulit siput dan kerang yang telah bertumpuk selama beribu-ribu tahun sehingga membentuk sebuah bukit kecil yang beberapa meter tingginya.

3. Zaman Batu Muda


3.1 Pengertian
Zaman dimana Peralatan batunya sudah berstruktur halus, hal ini karena saat itu manusia telah mengenal teknik mengasah dan mengupam.

3.2 Ciri-Ciri
a. Peralatannya sudah  berupa batu  yang dihaluskan 
b. Telah mengenal pakaian dari kayu dan perhiasan manik manik 
c. Tempat tinggal mulai menetap (sedenter)
d. Mulai bercocok tanam (food producing)
e. Mulai mengenal kepercayaan (Animisme dan Dinamisme)

Animisme adalah kepercayaan terhadap roh yang mendiami semua benda
Dinamismeadalahkepercayaan pada kekuatangaib yang misterius. 

3.3 Contoh Peninggalan dari Zaman Neolithikum


a. Kapak Lonjong
Sebagian besar kapak lonjong dibuat dari batu kali, dan warnanya kehitam-hitaman. 

b. Kapak Persegi
berbentuk persegi panjang atau trapesium. Berfungsi sebagai alat pahat ataupun Cangkul


C. Kapak Bahu
Berbentuk seperti persegi, tetapi ujungnya sedikit lonjong dan diikat di bagian leher


4. Zaman Batu Besar (Megalithikum)

4.1 Pengertian Zaman Batu Besar
Zaman dimana manusia membuat kebudayaan dari batu batu besar

4.2 Ciri-Ciri
Banyak terdapat bangunan-bangunan yang terbuat dari batu

4.3 Peninggalan dari zaman Megalithikum
a. Menhir
Menhir

    Menhir merupakan peninggalan prasejarah yang terbuat dari batu. Menhir biasa digunakan untuk pemujaan arwah     nenek moyang.

b. Dolmen / Meja Batu
Dolmen / Meja Batu

Dolmen adalah meja batu yang digunakan untuk meletakkan sesaji untuk dipersembahkan kepada roh nenek moyang.

c. Punden Berundak
Punden Berundak

Merupakan pengubahan bentang-lahan atau undak-undakan yang memotong lereng bukit, seperti tangga raksasa.

d. Sarkofagus


Zaman Praaksara berdasarkan  teknologi

Sarkofagus merupakan peti jenazah yang umumnya terbuat dari batu. Bentuknya menyerupai lesung dari batu  utuh yang diberi tutup.

b. Zaman Logam

Zaman Logam saat praaksara adalah Zaman dimana peralatan logam menjadi alat yang dominan serta  peralatan batu semakin berkembang.

Zaman Ini dapat dibagi lagi menjadi beberapa kelompok, yaitu:
i. Zaman Tembaga (Di Indonesia tidak berkembang zaman Tembaga)
ii. Zaman Perunggu
iii. Zaman Besi

1. Zaman Tembaga

1.1 Pengertian 
Zaman Tembaga merupakan salah satu periode dari zaman logam. Zaman ini mempunyai ciri, yakni penggunaan tembaga sebagai bahan pembuatan alat-alat kehidupan masyarakat.

1.2 Berikut Peninggalan-peninggalan di zaman tembaga
Kapak Tembaga di Budapest













Kerajinan dari Tembaga di Israel














2. Zaman Perunggu

Zaman perunggu disebut juga dengan zaman kebudayaan Dongson-Tonkin Cina (pusat kebudayaan), di zaman ini manusia sudah sanggup mencampur tembaga dengan timah.

Berikut peninggalan Yang dihasilkan pada zaman perunggu 
i. Kapak Corong
Kapak Corong (Kapak perunggu, termasuk golongan alat perkakas) ditemukan di Sumatera Selatan, Jawa- Bali, Sulawesi, Kepulauan Selayar, Irian

ii. Candrasa/Nekara Perunggu
Candrasa / Nekara Perunggu (Moko) sejenis dandang yang digunakan sebagai maskawin. Ditemukan di Sumatera, Jawa- Bali, Sumbawa, Roti, Selayar, Leti.

3. Zaman Besi
zaman dimana pada masa ini manusia telah dapat melebur besi untuk dituang menjadi alat-alat yang dibutuhkan, pada masa ini di Indonesia tidak banyak ditemukan alat-alat yang terbuat dari besi.

Alat yang Dihasilkan
Mata kapak, yang dikaitkan pada tangkai dari kayu, berfungsi untuk membelah kayu
Mata Sabit, digunakan untuk menyabit tumbuh-tumbuhan. Contoh: Cangkul
Mata Pisau, digunakan untuk memotong benda kecil

Berikut video tentang Zaman Praaksara berdasarkan teknologi



Berikut Powerpoint Tentang Zaman Praaksara berdasarkan teknologi. 

Download dengan klik link disini


keyword makalah, download gratis contoh power point, zaman-zaman prasejarah, Gambar Peninggalan-peninggalan zaman tembaga beserta penjelasannya zaman praaksara ditinjau berdasarkan teknologi



IgnacioVerd
I am freelance web and developer of this blog. love my article, give your free time to support us (like my social media).
Saya adalah pengembang blog ini. Suka artikelnya, dukung kami di sosmed. Hanya dua menit saja, sebagai jasa karena usaha saya berjam-jam. Thanks

Website: My Blog, I Want to Happy

6 Hikmah turunnya nabi Isa, bukan nabi lain
Menara putih, Masjid al-umawi, Damaskus, disini nabi Isa turun diantara dua malaikat

Hikmah diturunkannya Nabi Isa di akhir zaman untuk membunuh dajjal

Sebagian ulama mencari hikmah diturunkannya Isa AS pada akhir zaman, bukan nabi yang lain. Menurut mereka terdapat beberapa hikmah, yaitu :
1.    Untuk menolak anggapan orang-orang Yahudi bahwa mereka telah membunuh Isa AS. Lalu Allah menjelaskan kebohongan mereka  beserta pemimpin mereka si Dajjal, sebagaimana dijelaskan dalam pembicaraan terdahulu
2.    Isa AS menjumpai keutamaan umat muhammad صلى الله عليه Ùˆ سلم tercantum dalam Injil seperti firman Allah ta‘ala dalam Al-Qur’an :  “Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat, dan sifat-sifat mereka dalam Injil seperti tanaman yang mengeluarkan, lalu tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lantas menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya.” (Al-Fath: 29).

Maka Isa berdo’a kepada Allah agar dimasukkan ke dalam golongan mereka. Lalu Allah mengabulkan doanya dan  mengekalkan kehidupannya hingga ia akan turun pada akhir zaman sebagai pembaharu terhadap urusan Islam. Imam Malik Rahimahullah berkata, “Telah sampai berita kepadaku bahwa orang-orang Nasrani apabila melihat para sahabat menaklukkan Syam, mereka berkata, ‘Demi Allah, sesungguhnya mereka lebih baik daripada kaum Hawariyyun menurut berita yang sampai kepada kami.” (Tafsir Ibnu Katsir 1:343).
Dr. Muslih Abdul Karim, dalam disertainya tentang Isa Al-Masih menyebutkan beberapa banyak hikmah mengenai turunnya Isa As sebagai berikut :

Hikmah Pertama
Untuk menyanggah pengakuan orang-orang Yahudi bahwa mereka telah membunuhnya. Allah akan membongkar kebohongan mereka, dan sebaliknya Isa dan orang-orang muslim yang akan menghabisi mereka.
Ketika menafsiri surah an-Nisaa’ ayat 159, “Tidak ada seorang pun dari ahli kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya,...” Ibnu Katsir mengomentari pendapat Ibnu Jarir ath-Thabari tentang makna ayat ini bahwa tidak ada seorangpun dari ahli kitab setelah Isa AS turun ke bumi nanti yang tidak beriman kepadanya sebelum Isa AS meninggal. Ibnu Katsir berkomentar, ‘Tidak diragukan lagi bahwa pendapat Ibnu Jahrir itu betul, karena yang dimaksud dari susunan kalimat ayat itu adalah menetapkan kesalahan klaim orang-orang Yahudi bahwa mereka telah membunuh Isa AS dan menyalibnya, dan pengakuan orang nasrani berseberangan dengan klaim orang-orang Yahudi itu. Allah memberitahukan bahwa masalah sebenarnya tidaklah demikian. Sebaliknya, Allah menyerukan seseorang dengan Isa AS dan orang inilah yang mereka bunuh, sedang mereka tidak memastikan hal itu.”[1]

Di dalam hadits riwayat Abu Umamah al-Bahili di atas terdapat dalil yang menunjukkan sanggahan terhadap orang-orang Yahudi yang mengklaim telah membunuh Isa AS, dan sebaliknya Isa AS dan orang-orang Islamlah yang akan membunuh mereka. Sebagaimana disebutkan, “setelah selesai sholat, Isa AS berkata, ‘Bukalah pintunya.’ Tiba-tiba di belakang pintu itu ada Dajjal bersama tujuh puluh ribu orang Yahudi. Semuanya membawa pedang yang berhias dan berpakaian tebal. Ketika Dajjal melihat Isa AS maka ia cepat-cepat menghilang diantara mereka, bagaikan garam larut dalam air. Ia cepat-cepat lari. Isa berkata, ‘saya punya pukulan yang tidak dapat kamu tandingi.’ Maka, Isa AS menemukan Dajjal di pintu Lud sebelah timur dan membunuhnya. Kemudian Allah mengalahkan orang-orang yahudi. Segala sesuatu yang dijadikan orang Yahudi sebagai tempat persembunyian, dijadikan Allah dapat berbicara; baik batu, pohon, dinding, maupun binatang, kecuali Gharqad (pohon berduri) yang tidak berkata karena pohon itu milik mereka. Semuanya mengatakan, “Hai hamba Allah yang muslim, ini ada orang Yahudi. Datanglah kemari dan bunuhlah dia...”

Di dalam hadits Jabir yang diriwayatkan Ahmad dan Hakim disebutkan, “Kemudian Isa bin Maryam turun pada dini hari dan berkata, Wahai manusia, mengapa kalian tidak keluar mencari pembohong yang jahat itu...” Kalimat seterusnya adalah, “Maka ia mencarinya lalu membunuhnya, sampai pohon dan batu pun memanggil-manggil, ‘Wahai ruh Allah, ini ada orang Yahudi.’ Sehingga tidak ada seorang pun dari mereka yang tidak dibunuh.”[2]

Hikmah kedua
Di antara hikmah turunnya Isa AS ke bumi adalah menghilangkan fitnah yang ditimbulkan Dajjal dengan membunuhnya, sebagaimana disebutkan dalam hadits Nawas bin Sam’an dari Nabi Muhammad صلى الله عليه Ùˆ سلم sebagai 
berikut :
Kami bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana kecepatannya di bumi ini?” Beliau menjawab, “Bagaikan hujan ditiup angin, lain ia mendatangi orang-orang dan mengajak mereka, dan merekapun beriman dan mengikutinya, ia menyuruh langit menurunkan hujan dan bumi untuk menumbuhkan tetumbuhan, binatang ternak mereka yang keluar pagi hari, pada sorenya pulang dengan punuk yang lebih tinggi, susu yang penuh, perut memanjang. Kemudian ia mendatangi satu kaum dan mengajak mereka, tetapi mereka menolak, ia pun pergi meninggalkan mereka; kaum itupun kemudian tertimpa kekeringan, dan tidak punya harta sedikitpun. Kemudian ia melewati tanah kosong yang gundul lain ia berkata, “Keluarkan kekayaanmu!” Kekayaan bumi pun keluar mengikuti dajjal seperti kelompok lebah mengikuti lebah ratu yang memimpin mereka.

Kemudia Dajjal memanggil seorang pemuda yang penuh energik, lain dipotongnya menjadi dua bagian yang jauh terpisah antara satu dengan lainnya sejauh lemparan panah, lalu dipanggilnya, dan kedua bagian itu datang menyatu dengan wajah cemerlang sambil tertawa. Saat dia seperti itu, Allah mengutus Al-Masih Isa bin Maryam turun di menara putih disebelah timur Damaskus berpakaian dua potong; kedua tangannya berpegang pada sayap dua malaikat. Bila ia menunduk maka kepalanya meneteskan air, dan bila mengangkat kepalanya, maka kepalanya meneteskan butir-butir air yang berkilauan laksana mutiara. Setiap orang kafir yang mencium baunya pasti mati, dan napasnya mencapai batas sejauh mata memandang mata. Ia lalu mencari Dajjal hingga mendapatkannya di Bab Lud dan membunuhnya...”[3]


Hikmah ketiga
Turunnya Isa AS ke bumi karena ajalnya sudah dekat, agar dapat dikubur di bumi karena setiap makhluk yang terbuat dari tanah tidak akan mati kecuali di tanah. Allah berfirman, “Dari tanah itukami ciptakan kalian, dan kepadanyalah kami kembalikan, dan darinyalah Kami keluarkan kalian sekali lagi.” (Thaha : 55)
Ketika menafsiri firman Allah ta’ala, “Dan kepadanyalah kami kembalikan kalian”, Ar-Razi mengatakan yang dimaksud dengan mengembalikan di sini ialah mengembalikan ke kubur sebagai persemayaman setiap orang yang mati, kecuali orang yang diangkat Allah ke langit. Orang yang mempunyai kondisi seperti itu, kemungkinan besar akan dikembalikan lagi ke bumi setelah itu.”


Hikmah keempat
Diantara hikmah turunnya Isa AS untuk membuktikan kebohongan orang-orang Yahudi yang mengklaim telah membunuh Isa AS. Sebaliknya, Isa AS nanti akan membunuh mereka, seperti yang disebut dalam Hadits Abu Hurairah tentang turunnya Isa AS “... Kemudian ia menghancurkan salib, membunuh babi dan membebaskan pajak nonmuslim”
Ibnu Hajar mengatakan, “Maksudnya meruntuhkan agama Nasrani dengan menghancurkan salib dan menggugurkan pengagungan terhadap Isa AS. Ia juga menyuruh membunuh babi sebagai penegesan tentang haramnya makan daging babi, di samping celaan besar kepada umat Nasrani yang mengaku mereka mengikuti jalan Isa AS, yang kemudian menghalalkan babi dan berlebihan mencintai Isa.”
Isa AS kemudian membawa ahli kitab masuk ke agama Islam. Tidak ada alternatif yang dapat diterima kecuali masuk Islam atau dibunuh. Dengan demikian agama satu-satunya adalah Islam, tidak ada orang kafir Dzimmi yang harus membayar pajak karena mereka sudah tidak ada lagi.



Hikmah kelima 
Setelah tahu sifat Muhammad S.A.W dan umatnya, Isa AS berdoa kepada Allah ta’ala agar dijadikan salah seorang umat Muhammad. Maka ia turun ke bumi di akhir zaman dan memperbaharui perkara Islam. Isa AS akan turun bersamaan waktunya dengan  munculnya Dajjal, lalu Isa AS membunuhnya.


Hikmah keenam
Turunnya Isa AS menunjukkan keistimewaannya berdasarkan sabda  Nabi Muhammad صلى الله عليه Ùˆ سلم, “Saya orang yang paling dekat dengan Isa bin Maryam, karena tidak ada nabi antara aku dan dia. “ Rasulullah saw adalah orang yang mempunyai kekhususan dan paling dekat dengannya, karena Isa AS membawa berita bahwa akan datang seorang utusan Allah setelah dia dan mengajak manusia untuk membenarkannnya dan mengikutinya. Allah berfirman, “Dan (ingatlah) ketika Isa bin Maryam berkata, ‘Hai Bani Israel, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kalian, membenarkan kitab yang turun sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan seorang rasul yang datang sesudahku yang namanya Ahmad (Muhammad). Maka tatkala rasul itu datang  kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata, “ini adalah sihir yang nyata” (ash-shaff : 6)


[1] Ibnu Katsir, Tafsir Al-Qur’an al-‘Azhlm, jld 1, halaman. 878.
[2]Ahmad, al-Musnad, jld. 3, hlm 367. Al-Hakim, al Mustadrak, Jld, hlm.  540. Al-Haitsami, Majma’ az-Zawa’id, jld.7, hlm. 344
[3]Shahih Muslim  syarh an-Nawawi, kitab “al-Fitan wa Asyrat as-Sa’ah”, bab “Dzikr ad-Dajjal”,jld. 18, hlm. 168. Musnad Ahmad, jld. 4, hlm. 182. Sunan Ibnu Majah,kitab “al-Fitan”, bab “Fitnah ad-Dajjal”, jld.3, hlm. 1356-1359. Sunan Abu Dawud kitab “al-Mala”, bab “Khuruj ad-Dajjal”, jld. 4, hlm. 117.


Terima kasih sudah berkunjung di blog saya. Kalau artikelnya membantu tolong like fanspage fb, follow twitter atau subscribe, Anda hanya memerlukan waktu kurang dari 2 menit untuk membuka sebuah artikel website ini, sedangkan saya perlu beberapa jam, bahkan berminggu-minggu untuk memposting satu artikel, kalau artikelnya kurang membantu tolong berikan saran yang baik, dilarang spam dan bertasbih kotor di website ini.

Refano Pradana

{google-plus#https://plus.google.com/u/0/112244076923112035800/} {pinterest#https://id.pinterest.com/apsdbgsmgs/}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget