Tanda Kiamat: Bagaimana Matahari Terbit dari Barat?

Nasa menyatakan kemungkinan terbitnya matahari dari Barat“Para ulama mengatakan, “Sesungguhnya iman seseorang  itu tidak akan berguna bagi dirinya (yang belum beriman setelah itu) ketika matahari terbit dari barat, sebab pada waktu itu perasaan takut menghujam sangat dalam di hati yang mematikan segala syahwat dan nafsu dan seluruh kekuatan tubuh menjadi lemah. Maka keadaan mereka waktu itu ~ karena yakin  bahwa kiamat telah dekat ~ bagai orang yang sedang menghadapi sakaratul-maut, sudah tidak mempunyai motivasi lagi untuk berbuat maksiat. Maka orang yang bertaubat dalam keaadaan seperti ini tidaklah diterima taubatnya, seperti tidak diterimanya taubat orang yang menghadapi sakaratul maut

Salah satu tanda dekatnya Kiamat Kubra: Bagaimana matahari dapat terbit dari barat?
Bagi seorang mukmin, kita cukup mengakui apa adanya terhadap nash-nash yang menyebutkan bahwa , matahari kelak akan terbit dari Barat. Namun demikian ada ilmuwan yang mencoba menghitung dan mengira-ngira proses terbitnya matahari dari Barat. Mereka memprediksi bahwa hal itu disebabkan perubahan gaya grafitasi bumi, sehingga sebagaimana yang diyakini mereka bahwa bumi akan berputar dari timur ke barat mengelilingi matahari, maka kelak perputaran bumi tidak lagi sebagaimana mestinya.
Pendapat diatas jelas jauh dari kebenaran ditinjau dari sudut manapun. Sebab jika bumi yang berubah arah putarannya, maka niscaya hancurlah makhluk hidup, karena akan terjadi gempa yang sangat dahsyat.
Padahal kondisi saat itu tidak demikian, orang-orang kafir hanya kaget bahwa iman mereka sudah tidak diterima dan pintu taubat telah tertutup. Kebanyakan manusia saat itu terlena untuk tidur nyenyak (Saat itu waktu malam sangat panjang, sampai seseorang bolak-balik bangun tidur sampai puas dan Tahajud sampai penat). Sementara kondisi bumi tetap seperti sedia kala. Karena yang mengalami perubahan arah hanyalah matahari dan bukan bumi. Hal itu sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadis Abu Dzar.
“Tahukah kamu kemanakah perginya matahari pada waktu itu? mereka (para sahabat) menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui”. Beliau bersabda, “Sesungguhnya matahari ini terus berjalan hingga sampai ditempat menetapnya di bawah ‘Arsy, lalu ia tunduk bersujud. Maka tak henti-hentinya ia berbuat demikian hingga dikatakan kepadanya, ‘Bangkitlah dari tempat tenggelammu’. Lalu ia terbit dari tempat tenggelamnya.” 
Kemudian Rasulullah SAW bersabda, “Tahukah kamu, kapankah hal itu terjadi? Yaitu ketika iman seseorang tidak bermanfaat bagi dirinya yang belum beriman sebelum itu atau sebelum mengusahakan kebaikan dalam masa imannya”.
Hadis diatas merupakan bukti nubuwah Rasulullah SAW dalam mengkhabarkan sesuatu yang ghaib, di samping penjelasan beliau termasuk perkara-perkara asing yang belum pernah terjadi sebelumnya. Meski ia termasuk perkara yang tidak masuk akal namun bagi setiap mukmin wajib mengimaninya, karena beliau tidak pernah berdusta dalam ucapannya.
Dalam hal ini, merujuk pada pendapat yang menyatakan bahwa mataharilah yang mengelilingi bumi, maka kita akan menemukan korelasi yang tepat dengan fenomena terbitnya matahari dari barat. Lain halnya jika seseorang meyakini bahwa bumi-lah yang mengelilingi matahari. Tentunya ia akan menemukan banyak kesulitan untuk mengkorelasikan bagaimana terbitnya matahari dari arah barat akan terjadi.
Jadi dapat disimpulkan bahwa matahari nanti akan bergerak berlawanan dari arah ia terbit nanti. Untuk keterangan lebih lanjut baca al-Adillah an-Naqliyah wal Hissiyah hal 26, 30


Tanda Kiamat: Bagaimana Matahari Terbit dari Barat?


Kondisi Dunia dan Manusia Sebelum terbitnya matahari dari Barat 

Di antara perkara penting yang harus diketahui oleh setiap muslim adalah bagaimana keadaan setiap muslim adalah bagaimana keadaan dunia saat detik-detik terakhir menjelang terbitnya matahari dari barat. 
Saat itu manusia akan mengalamai waktu malam yang sedemikian panjang, yaitu sepanjang 3 hari atau kira-kira 72 jam. Seorang mukmin yang terbiasa bangun malam telah melewati malam-malam harinya dengan shalat sehingga benkak kakinya, namun suasana saat itu tetap menunjukkan gelap, iapun tidur hingga pulas. Ketika terbangun ternyata suasana tetap gelap. Lalu ia mengerjakan shalat, kemudian ia tidur lagi hingga pulas. Kemudian pada kali keempat ia terbangun, sadarlah dirinya bahwa matahari tidak lagi terbit sebagaimana biasanya. Cahayanya tidak muncul diufuk timur, namun pindah ke ufuk barat.
Pada saat itu, orang-orang kafir hanya kaget bahwa iman mereka sudah tidak diterima dan pintu taubat telah tertutup. Kebanyakan manusia saat itu terlena dengan tidur nyenyak mereka. Sementara kondisi bumi tetap seperti sedia kala. Karena yang berubah putarannya adalah matahari dan bukan bumi.
Untuk beberapa pertanyaan seperti Bagaimana orang-orang tersebut dapat tidur pulas? Bagaimana mengkompromikan kondisi saat itu dengan realita alam yang menunjukkan adanya pergantian siang dan malam? Bagaimana dengan keberadaan manusia di bagian bumi lainnya? Bukankah secara logika mereka berada pada waktu siang?

Terhadap beberapa pertanyaan diatas, ada beberapa analisa yang barangkali bisa memberikan jawaban sementara:
Sebagaimana yang telah kami sebutkan sebelumnya,bahwa dalam memahami nash-nash yang menjelaskan perkara ghaib, ahlus sunnah bersepakat untuk mengimaninya secara utuh, tidak mempertanyakan kenapa hal itu bisa dianalogikan atau tidak.


1.    Hadits Abu dzar diatas menjelaskan bahwa akan terjadi peristiwa perginya matahari menuju Arasy Allah selama tiga kali (setara 3 hari?), dan selama tiga kali itu pula matahari tetap kembali di tempat terbitnya. Barulah  pada kali berikutnya Allah memerintahkan agar matahari kembali terbit di tempat terbenam.
2.    Siang dan malam itu terjadi karena matahari mengelilingi bumi dengan ukuran waktu yang tidak mengalami perubahan. Sehingga waktu keduanya relatif seimbang. Namun ketika menjelang kiamat, maka matahari akan pergi menuju Arasy Allah dan bersujud di hadapan-Nya sampai hingga batas waktu tertentu- sesuai dengan kehendak Allah SWT. setelah itu Allah memerintahkan matahari agar kembali ke tempat ia terbit. Peristiwa ini  terjadi 3 kali (sebagaimana yang disebutkan hadits diatas). Jika terbitnya matahari dari arah timur itu hanya sesaat, lalu ia berjalan kembali menuju arasy Allah dan bersujud di hadapannya, maka gambaran  sementara tentang kondisi bumi saat itu. 


Bahwa ada sebagian wilayah bumi yang tetap merasakan suasana pagi hari dengan terbitnya matahari dari arah timur. Namun boleh jadi suasana seperti ini tidak berlangsung lama, sebab matahari langsung berjalan kembali menuju Arasy Allah. Dan boleh jadi wilayah tersebut merupakan bagian bumi yang tidak banyak dihuni oleh manusia. Sehingga, meski matahari masih bolak-balik dari langit dunia menuju Arasy Allah (yang terletak setelah langit ke-7), namun tidak ada manusia yang merasakan perubahan siang dan malam begitu cepat.

Ketika matahari berjalan menuju arasy Allah, maka keadaan dunia saat itu menjadi gelap kembali. Sebagian manusia yang berada di belahan bumi lainnya akan merasakan panjangnya waktu malam. Jika peristiwa ini terjadi selama tiga kali, maka terdapat korelasi yang kuat antara riwayat yang menjelaskan bahwa malam hari sebelum terbitnya matahari dari arah barat itu setara dengan tiga malam biasa. Dalam hal ini Rasulullah menggambarkan manusia  saat itu ada yang sudah tidur pulas dan shalat malam hingga bengkak-bengkak kakinya. Namun waktu fajar belum tiba, dan peristiwa itu dijalankan beberapa kali. Sementara sebagian manusia lainnya ada yang benar-benar tertidur pulas, sehingga sama sekali tidak terbangun meski waktu malam itu berlangsung seperti waktu 3 hari-3 malam.

Ketika masa bergeraknya matahari dari langit dunia menuju arasy ini telah berlangsung 3 kali, lalu Allah mengizinkan matahari untuk kembali. Namun Allah memerintahkan agar matahari kembali dari arah tempat ia terbenam. Gambaran sederhana tentang fenomena ini akan mudah kita dapatkan jika kita meyakini bahwa mataharilah yang mengelilingi bumi. Jika sebelumnya matahari  kembali menuju bumi dan mulai berputar dari titik timur dan berjalan menuju titik barat, maka pada saat itu Allah memerintahkan agar matahari mendatangi titik barat untuk menuju ke titik timur. Namun berdasarkan riwayat lain, ketika matahari telah tiba di tengah-tengah, Allah memerintahkan matahari agar kembali mundur menuju titik barat. Maka keesokan harinya manusia akan menyaksikan kembali terbitnya matahari dari arah timur sebagaimana mestinya. Dan peristiwa ini akan terus berlangsung selama beberapa waktu –bisa jadi sekitar 3 generasi manusia (setara 120 tahun), barulah setelah itu terjadi kiamat kubra pada manusia.

Post a Comment

Menarik article.Izinkan saya share.

ya sangat membantu, nice gam (y)

Yang mereka(orang kafir) tunggu tidak lain hanyalah kedatangan malaikat kepada mereka(untuk mencabut nyawa mereka/nantang),atau kedatangan (siksa) Tuhanmu,atau kedatangan beberapa ayat Tuhanmu (salah satunya terbitnya matahari dari barat).
Pada hari datangnya beberapa ayat dari Tuhanmu,tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu,atau dia(belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya, QS.06(158).

Kata2 yg terakhir...bisa jadi sekitar 3 generasi manusia (setara 120 tahun), barulah setelah itu terjadi kiamat kubra pada manusia.
Tolong dihapus... Itu bisa merusak akidah dan keyakinan...
Waktu adalah rahasia ALLAH...

Terima kasih

Sebelumnya saya sudah memberi tulisan "analisa sementara", dan okelah saya akan mengedit tulisan analisa sementara-nya. Sehingga pembaca dapat memahami. Terima kasih atas sarannya.

- Comment dilarang spam-menyebarkan link
- Untuk mendapatkan backlink berkomentarlah menggunakan gmail / openid
- Dilarang komentar 'dewasa'
-Sharing is Caring. Jangan lupa like fanpage kami

Refano Pradana

{google-plus#https://plus.google.com/u/0/112244076923112035800/} {pinterest#https://id.pinterest.com/apsdbgsmgs/}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget