Articles by "Science and Counting"

Perbedaan dan Persamaan Sel Tumbuhan dan Sel Hewan
Sel merupakan unit fungsional dan struktural dalam kehidupan. Sebagai unit fungsional, di dalam sel berlangsung berbagai reaksi kimia kehidupan. Mengapa sel disebut sebagai unit structural dalam makhluk hidup? Hal itu karena sel merupakan bagian dari komponen penyusun jaringan makhluk hidup.

Setiap makhluk hidup mempunyai sel, termasuk tumbuhan dan hewan. Sel penyusun pada tumbuhan dan hewan adalah sel eukariotik. Sel eukariotik adalah sel yang memiliki membrane inti dann system endomembrane.

Setiap bagian sel mempunyai fungsinya tersendiri, dan terkadang hidup lain. mempunyai persamaan atau perbedaan dengan sel makhluk.

Berikut ini akan dibahas mengenai fungsi bagian-bagian sel tumbuhan dan hewan beserta tabel perbedaan dan persamaan:

Fungsi bagian-bagian penyusun sel pada tumbuhan dan hewan

 

    Dinding sel

    Dinding sel pada tumbuhan tersusun dari beberapa bahan organik, seperti lignin, selulose, dan hemiselulose. Bahan anorganik, seperti zat kersik dan zat kapur. Dinding sel tumbuhan tersusun berlapis-lapis.

    Membran sel

    Merupakan selaput yang membungkus protoplasma. Membran sel sering disebut juga merman plasma atau plasmalemma. Membran sel mempunyai fungsi protektif.

    Nukleus

    Merupakan materi genetik yang terbungkus di dalam membran inti. Adapun bagian-bagian dari inti sel sebagai berikut:
    • Membran/selaput inti, yaitu selaput yang membungkus inti sel. Permukaan membran sel berpori untuk memudahkan pertukaran zat
    • Nukleoplasma, yaitu cairan di dalam inti sel tempat terdapatnya benang-benang kromatin
    • Nukleolus, anak inti, yaitu struktur kecil di dalam inti sel, berfungsi untuk sintesis RNA dan ribosom.
    • Benang-benang kromatin, yaitu materi genetik pada inti. Pada saat pembelahan, benang-benang kromatin akan menebal dab mudah menyerap zat warna, disebut kromosom.
    Pada inti sel hewan, terdapat struktur tambahan pada kedua kutub inti sel yang disebut sentriol. Sentriol berfungsi sebagai tempat terbentuknya benang-benang spindel. Pada saat sel membelah, benang-benang spindel ini akan menarik kromosom ke kutub inti yang berbeda.
     

    Sitoplasma

    Sitoplasma adalah cairan sel yang berada diantara membran sel dan inti sel. Pada sitoplasma, terdapat organel-organel sebagai berikut.
     
    Ribosom, melekat pada retikulum endoplasma dan menyebar di sitoplasma.
    Retikulum endoplasma (RE) merupakan saluran-saluran kecil pada sitoplasma yang dibatasi oleh suatu sistem membran.
    RE terdiri dari dua macam:
    1. Retikulum Endoplasma kasar berfungsi untuk transpor protein dan sintesis protein
    2. Retikulum Endoplasma halus, berfungsi untuk transpor serta sintesis lemak (Lipid)
     
    Mitokondria, merupakan organel penghasil energi di dalam sel. Mitokondria dikelilingi oleh membran rangkap. Membran dalam berlekuk-lekuk dan membentuk lipatan ke dalam yang disebut krista, fungsinya uuntuk memperluas permukaan membran. Di dalam mitokondria terdapat cairan yang disebut matriks tempat berlangsungnya proses aspirasi.
     
    Badan golgi
    Badan golgi/kompleks golgi/aparatus golgi berbentuk kantong-kantong pipih yang kompleks dan pada bagian dalam kantong terdapat ruang kecil yang mengandung sekret.
     
    Lisosom
    Lisosom adalah benda seperti vakuola yang mensekresikan enzim-enzim hidrolitik untuk mencernakan bahan makanan, demikian juga pada kematian sebuah sel, lisosom melepaskan sel-sel yang menghancurkan sel mati ini.
     
    Mikrofilamen
    Mikrofilamen merupakan benang-benang protein aktin dengan diameter antara 5-7 mm berfungsi untuk kontraksi. Misalnya saja pada sel otot serat lintang lurik.
     
    Mikrotubulus
    Mikrotubulus adalah pipa-pipa panjang dan halus yang terdiri dari protein
     
    Badan Mikro
    Organel-organel yang termasuk dalam badan mikro adalah glioksisom dan peroksisom. Peroksisom berfungsi untuk menghasilkan enzim katalase. Glioksisom berperan dalam proses perkecambahan.
     
    Plastida
    Plastida adalah organel yang ada pada tumbuhan, organel ini mempunyai membran rangkap yang disebut amplop. Plastida ada tiga, yaitu kloroplas, kromoplas, dan leukoplas. Ketiganya merupakan perkembangan dari proplastida.
     
    Vakuola
    vakuola merupakan kantung bermembran yang terdapat pada sitoplasm.

    Untuk tabel persamaan dan perbedaan sel pada tumbuhan dan hewan beserta fungsinya lihat dibawah:


    No. Struktur Sel Sel Tumbuhan Sel Hewan Fungsi
    1 Dinding Sel +
    (ada)
    -
    (tidak ada)
    Melindungi Isi sel
    Memperkuat Sel
    Memberi bentuk pada sel
    *Karena sel hewan tidak memiliki dinding sel, bentuk sel hewan tidak tetap dan semrawut
    2 Membran Plasma + - Membatasi sel dengan lingkungan sekitarnya
    Melindungi isi sel agar tidak keluar meninggalkan sel
    Mengontrol zat-zat yang boleh masuk atau meninggalkan sel
    Menjaga keseimbangan antara isi sel dengan lingkungannya
    Sebagai pengatur lalu lintas dari satu sel ke sel yang lain (transpor)
    Sebagai reseptor - Penerima rangsang dari luar
    Tempat terjadinya reaksi kimia tertentu

    3 Sitoplasma + + Tempat terjadinya reaksi kimia serta penyuplai bahan kimia untuk reaksi tersebut
    4. Nukleus + + Fungsi inti sel yaitu mengatur seluruh kegiatan sel, perkembangbiakan sel, pewarisan sifat
    (hereditas) dan tempat pembuatan RNA
    5. Mitokondria + + Mengubah energi kimia u/ mengikat sel
    Penghasil energi melalui proses respirasi sel yang berlangsung di dalamnya
    Memperluas permukaan membran
    6. Lisosom - + Fungsi Lisosom secara umum, Organ pencernaan intraseluler
    Autofage; menghancurkan organel yang tidak berfungsi
    menetralkan sel penyebab kanker (karsinogen)
    Autolisis; penghancur diri
    7. Ribosom + + Fungsi Ribosom, Tempat Sintesis Protein
    8. Setritrosom - + Mengatur pembelahan sel dan pemisahan kromosom
    Sebagai benda kutub dalam mitosis dan meiosis
    Penghasil gelendong
    9. Badan Golgi + + Badan Golgi berfungsi untuk sekresi polisakarida, protein, dan lendir (mukosa)
    Pembentukan Lisosom
    Mentranspor lemak
    Pembuatan enzim pencernaan yang belum aktif (proenzim)
    Sebagai penghasil lendir dan lilin pada tanaman perca
    Pembentukan akrosom pada spermatozoa yang berisi enzim untuk memecah dinding sel telur
    10. Mikrotubulus - + Mempertahankan bentuk sel hewan dan mengarahkan gerakan komponen-komponen sel, serta turut
    membantu dalam pembelahan sel mitosis
    11. Vakuola + - Tempat menyimpan cadangan makanan
    Menyimpan pigmen antosianin yang memberikan warna menarik pada bunga dan buah
    Tempat penimbunan sisa metabolisme seperti asam oksalat, garam oksalat, minyak atsiri, dan senyawa
    alkoloid
    12. Plastida + - Penyimpan cadangan makanan (Leukopas)
    Memberi warna non fotosintesis (Kromplas)
    Berperan dalam proses fotosintesis (Klorplas)
    13. RE + + Retikulum Endoplasma berfungsi sebagai transportasi intra sel, mensintesis lemak dan kolestrol,
    tempat menyimpan kalsium
    14. Peroksisom + + Penghasil asam Oksida dan Amilase
    Memecah asam lemak menjadi molekul kecil
    15. Glioksisom + - Mengubah asam lemak menjadi gula

      Nah, dibawah ini gambar struktur bagian-bagian sel tumbuhan dan sel hewan, lengkap dengan letaknya:

    Gambar Struktur Sel Hewan

    Gambar Struktur Sel Tumbuhan

    gambar struktur sel tumbuhan

     Sumber gambar: www.yellowtang.org
                                 enchantedlearning

    Maksud dan Contoh Gerak itu Relatif
    Pasti sahabat pernah lihat Mobil bergerak kan? Nah menurut sahabat tuh mobil bergerak apa nggak? Saya kasih bocoran: Mobil itu... Bergerak.

    Tapi bagaimana dengan pengemudi mobil? Sekarang, coba sahabat bayangkan di dalam mobil tersebut terdapat 2 orang.

    Kamu sebagai salah satu orang tersebut yaitu penumpang, dan admin sebagai supir, hehe. Kira-kira si admin bergerak gak? Hehe, pasti pada bingungkan? Padahal kejadian ini sering kita jumpai sehari-hari.

    Definisi Gerak


    Sebelum otak sudah pusing tujuh keliling, saya kasih hint deh! Pertama kita harus mengerti dulu apa yang dimaksud gerak. Definisi gerak adalah perpindahan Posisi oleh benda atau makhluk hidup.

    Udah itu aja? Yap, cuman itu.  Tapi 'cuman' disini jangan diremehkan guys. Ternyata lebih kompleks dari yang kita bayangkan.

    Sekarang, setelah mengerti pengertian gerak, mari kita bayangkan lagi tentang supir dan penumpang tadi. Sejatinya supir tidak mengalami perubahan posisi terhadap penumpang, jadi bisa disimpulkan, tuh supir tidak bergerak alias diam.

    Bagaimana dengan orang di luar kendaraan? 

    Jawabnya tentu saja, si supir diam. Nah, lho? Kok Bisa? Karena orang luar tadi nempel di mobil sopir, jadi tidak ada perubahan jarak sama sekali. Hahaha!

    Kalau orang luar tersebut berdiri tetap di satu tempat, misalnya dibawah pohon, nah setelah itu mobil tersebut bergerak, di dalam mobil tersebutpun sudah pasti dianggap bergerak. Hal ini karena orang luar tersebut dapat merasakan, melihat bahwa terjadi perubahan posisi pada mobil.

    Nah,  sekarang, bagaimanakah sahabat menjelaskan teka-teki gerak tersebut? Di suatu kondisi si supir bisa dinyatakan bergerak, di satu sisi yang lain pula si supir bisa dikatakan tidak bergerak. Terus bagaimana kita bisa menjabarkan sifat gerak?

    Sifat Gerak 

    Ternyata, gerak bersifat relatif

    Apa sih maksud gerak itu relatif? Relatif adalah tergantung pada acuan semula. Jadi, benda bisa dikatakan bergerak bila acuannya adalah A, dan Benda bisa dikatakan diam bila acuannya adalah B. 

     Jadi, Sopir "si pembuat ulah" tadi bergerak itu benar, bila dikatakan diam itu tidak salah, tergantung pada acuan manakah yang kita pakai.

    Terus, coba kalian amati batu, apakah benar batu tersebut diam. Apa benar benda yang tak bergerak bisa dikatakan bergerak? 

    Konsep Gerak
    Ayo cepat jawab!


    Jawabannya: bisa iya! Iya Bisa!

    Hmm... Alasannya Karena planet kita berevolusi sekaligus berotasi... Hah! Apa hubungannya?

    Tentu ada, Batu, tanah, kasur, rumah, dan sekolahmu terdapat di bumi. Sedangkan bumi kita sendiri bergerak. Jadi, makhluk hidup (astronot mungkin) yang tinggal di bulan, di mars, venus, sampai pluto pun tahu, kalau ternyata bumi tersebut berpindah tempat, 


    Jadi, gak mungkin kan kalau bumi enak-enak berputar dan berevolusi (bergerak meninggalkan tempat), Eh sahabat, batu, dan rumah sahabat ketinggalan. 

    Haduh, mampus dah!

    Nah itulah maksud dari gerak itu relatif, jadi jangan sampai mengelak kalau ada anak kecil bilang tuh batu di pinggir jalan selalu bergerak. 

    Semoga infonya bermanfaat ya...

    Terima kasih telah membaca  artikel tentang alasan gerak itu bersifat relatif.

     Pengaruh Penyalahgunaan Narkotika, Zat adiktif dan Psikotropika (Napza) Tehadap kesehatan fisik, mental dan kehidupan sosial (Plus penggolongannya)

     
    Macam zat adiktif dan psikotropika dan narkoba
     
    Penyalahgunaan Narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya (Napza) atau yang sering disebut dengan istilah “Narkoba” pada saat ini telah mencapai situasi yang mengkhawatirkan baik nasional maupun internasional. Korban di Indonesia akhir-akhir ini cenderung semakin meningkat dan mencakup tidak hanya terbatas pada kelompok masyarakat yang mampu namun juga merebah ke kalangan masyarakat menengah maupun bawah. Baik di kota maupun di perdesaan. Tidak hanya melibatkan pelajar mahasiswa atau pelajar menengah atas. namun juga melibatkan pelajar setingkat smp dan sekolah dasar. 

    *diambil berdasarkan makalah narkoba (Narkotika, Zat adiktif dan Psikotropika)

    Narkotika dan psikotropika merupakan obat yang dibutuhkan dalam pelayanan kesehatan,sehingga ketersediannya perlu dijamin.

    Golongan Narkotika 


    Narkotika berasal dari tanaman baik sintesis maupun semi sintesis yang dapat menyebabkan perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi – menghilangi rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan. Pembagian Narkotika –Narkoba berdasarkan tingkat ketergantungannya dapat dibedakan dalam 3 golongan :

    1. Narkotika golongan 1

     
    Adalah tujuan narkotika yang hanya digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi sangat tinggi mengakibatkan ketergantungan.
    Contoh Narkoba golongan satu :
    1. Tanaman Opium ( Papaversornniferum L )
    2. Tanaman Koka ( Erythroxylon coca )
    3. Tanaman Ganja ( Canabis sativa )
    4. Heroina
    5. THC = Tetra Hydro Cannabinol
    *macam-macam tumbuhan narkoba beserta nama latinnya

     

    2. Narkotika Golongan 2

    Adalah Narkotika yang berkhasiat pengobatan digunakan sebagai pilihan terakhir dan dapat digunakan dalam terapi dan atau untuk pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi tinggi mengakibatkan ketergantungan.
    Contoh Narkoba golongan dua:
    1. Morfina
    2. Fentanil
    3. Petidina
      3. Narkotika golongan 3
    Berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan/atau tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan ketergantungan
    Contoh Narkotika golongan tiga
    1. Kodeina
    2. Etil Morfina (dionina) 

     

    Psikotropika


    Pengertian Psikotropika: Menurut UU RI no. 5 tahun 1997 tentang psikotropika adalah zat atau obat baik ilmiah maupun sintesis bukan narkotika yang berkhasiat psikoaktif yang mengakibatkan susunan syaraf pusat rusak sehingga menyebabkan perubahan khas pada mental dan perilaku. Psikotropika dibagi dalam 4 golongan :

    1. Psikotropika golongan I
    Adalah psikotropika yang hanya digunakan untuk tujuan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi , mempunyai potensi amat kuat mengakibatkan sindrom ketergantungan

    Contoh psikotropika golongan 1:

    • MDMA (Metilen dioksi Metamfetamin) atau nama lain dari ekstasi
    • Psilosibina dan psilosina
    • LSD ( Lisergik Dietilamida)
    • Mekalina (Peyot)

    2. Psikotropika Golongan II
    Khasiat sebagai obat dan terapi atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta potensi amat kuat mengakibatkan sindroma ketergantungan.
    Contoh:
    • Sabu-sabu (Amfetamina)
    • Metakualon
    • Metilfenidat
    3. Psikotropika golongan III
    Mempunyai potensi sedang mengakibatkan sindroma ketergantungan.
    Contoh:
    • Amorbabital
    • Flunitrazepam
    • Katina

    4. Psikotropika Golongan IV
    Psikotropika yang mempunyai potensi ringan mengakibatkan ketergantungan 

    Contoh:
    • Barbital
    • Bromazepam
    • Diazepam
    • Estazolam
    • Fenobarbital
    • Klobazam
    • Lorazepam
    • Nitrazepam
     
    *pengertian, macam-macam, contoh Psikotropika
     
    Zat Adiktif Lainnya 

    Zat adiktif antara lain adalah nikotin dalam rokok, etanol dalam minuman beralkohol dan perlarut lain yang mudah menguap seperti aseton, benzin dan lain-lain.

    *pengertian dan contoh zat adiktif
     
    Minuman Beralkohol (Miras)
    Dalam Kepres No. 3 tahun 1997, minuman beralkohol adalah minuman yang mengandung etanol yang diproses dari bahan hasil pertanian yang mengandung karbohidrat dengan cara fermentasi dan distilasi atau fermentasi tanpa distilasi, maupun pembuatan minuman beralkohol yang diproses dengan cara mencampur konsetrat dengan etanol atau dengan cara pengeceran minuman mengandung alkohol. Penggolongan minuman beralkohol (miras).
    • Golongan A
    Adalah minuman beralkohol dengan kadar etanol 1%-5%
    Contoh Minuman beralkohol: bir, green sand
    • Golongan B
    Adalah minuman keras dengan kadar etanol 5% - 20%
    Contoh: Anggur Kolesom
    • Golongan C
    Adalah minuman alkohol dengan kadar etanol 20% - 55%
    Contoh: Wiski, Vodka, arak 


    Bahaya mengkonsumsi zat adiktif dan psikotropika, Narkotika (Napza)
    Bahaya penyalahgunaan:
    1. Terhadap kesehatan fisik
    • Gangguan mental organic yang terjadi sebagai efek dan akibat langsung zat terhadap susunan syaraf pusat, seperti:
    • Intosikasi alias ‘teler’ yaitu perubahan mental dan perilaku yang terjadi karena dosis berlebihan yang memang diharapkan oleh pemakai Narkoba
     
    • Gejala Sakau – gejala putus zat, yaitu gejala-gejala yang spesifik terjadi setelah menghentikan atau mengurangi penggunaan zat. Gejalanya sangat tergantug dari zat yang digunakan. Misalnya, contoh sakaw pada putus opiate, penderita sakit pada sendi, berkeringat, diare, merinding, menguap terus, sulit tidur, hidung dan mata berair, depresi.
    • Komplikasi atau penyakit medik
      1. Opioida (Heroin “Puttaw”) 

    Dampak mengonsumsi Heroin diantaranya:
    • Dapat menimbulkan, komplikasi pada seluruh system tubuh.
    • Sistem pernafasan paru, terjadi bornchopenumonia, oedema paru
    • Sistem kardio vasuler/jantung terjadi infeksi bakteri – akibat penyuntikan
    • Hati/liver sering terjadi hepatitis C yang ditularkan melalui jarum suntik, hubungan seksual
    • Kemandulan dan Impotensi
    • Komplikasi terhadap kehamilan, contoh: abortus, keracunan kehamilan, kelainan plasenta, bayi lahir mati,
    • Komplikasi terhadap bayi, contoh: pertumbuhan lambat, lahir premature, berat badan rendah, kelainan paru
    2. Ganja
    Dampak penyalahgunaan ganja:

    • Pemakaian yang lama dapat menurunkan daya tahan tubuh, sehingga mudah terserang infeksi
    • Memperburuk aliran darah koroner
    • Penggunaan secara melalui mulut (dihisap) mengakibatkan kerusakan pada selaput mukosa, rongga mulut menjadi hitam
    • Infeksi paru mulai dari bronchitis kronis dan TBC\

    3. Kokain
    Bisa terjadi penyakit aritmia jantung, ulkus atau perforasi sekat hidung, anemia dan turunnya berat badan.

    4. Alkohol
    Dampak pemakaian alkohol antara lain: pecahnya tukak lambung, pendarahan dan kanker usus
    Pada lever (hati) terjadi slorosis, hepatitis, dan kanker hati.
    Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit
    Halusinogen menyebabkan pendarahan otak
    Inhalansia menyebabkan gangguan pada fungsi ginjal, lever, jantung dan otak.
    Akibat tidak langsung misalnya stroke atau mal nutrisi karena gangguan penyerapan dari pengguna alkohol.

    5. Nikotin dan Kafein
    Efeknya dapat mengakibatkan gangguan pada jantung dan pembuluh darah
    Dampak Nikotin dan Kokain dapat mengakibatkan gangguan mental
    Jenis gangguan kejiwaan yang sering terjadi antara lain:
    1. Sindroma ketergantungan
    2. Homocide (tindakan pembenaran) gejala putus zat dimana mereka mendapat dorongan besar untuk mendapatkan zat sering menjadi alasan untuk membunuh orang.
    3. Percobaan bunuh diri
    4. Depresi
    5. Skizofrenia (gila)
    6. Emosi terganggu, mudah tersinggung 

    Terhadap kehidupan sosial 


    Gangguan penggunaan zat narkotika, psikotropika, dan zat adiktif dapat menimbulkan problem sosial, antara lain: dalam upaya untuk mendapatkan zat karena dorongan besar, mengakibatkan mereka rela melakukan apa saja demi mendapatkannya.
    • Pemaksaan sampai tindakan kekerasan dan pembunuhan
    • Pencurian, perampokan, perampasan, jambret
    • Menjual diri
    • Korupsi, penggelapan uang
     

    Guys , kalau ada salah ketik mohon beritahu

    Berikut ini contoh Karya tulis Pengamatan pertumbuhan kacang hijau serta pengaruh cahaya, yang merupakan hasil pengamatan observasi. Contoh karya tulis ilmiah pengamatan perbandingan pertumbuhan tanaman hijau di tempat gelap dan di tempat terang.

    Karya tulis pengaruh cahaya terhadap tumbuhan tanaman kacang hijau yang baik dan benar
    Bagaimana keadaan biji kacang hijau serta pengaruhnya.
    Keyword
    hasil pengamatan pertumbuhan kacang hijau ditempat gelap dan terang selama 7 hari




    KARYA ILMIAH


    Observasi Pengamatan Pertumbuhan Kacang hijau dan pengaruh cahaya


                                   Disusun sebagai pemenuhan nilai dalam mata pelajaran Biologi


        Nama Kelompok :
        Tulis nama kelompok pengamatanmu disini





    KATA PENGANTAR

    Puji syukur kami ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kesehatan dan kemudahan kepada kami untuk dapat mengerjakan tugas mata pelajaran BIOLOGI yang berjudul MAKALAH PENGARUH PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN BIJI KACANG HIJAU TERHADAP CAHAYA.
    Makalah ini dibuat untuk mengetahui dan membedakan pertumbuhan dan perkembangan pada biji kacang hijau melalui hasil penelitian yang telah dilakukan
    Melalui tugas ini di harapkan dapat memahami tentang pertumbuhan dan berkembangan tanaman. Makalah yang kami buat ini tentunya masih banyak kekurangan, oleh karena itu kami mengharapkan saran dan masukan yang bersifat konstruktif demi kesempurnaan makalah ini.
    Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kami.


                                                                            Lawang, 29 September 2014


                                                                       Penyusun





    DAFTAR ISI

    KATA PENGANTAR...................................................................................................2
    DAFTAR ISI.................................................................................................................3
    PENDAHULUAN
    1.1  Latar belakang...........................................................................................................4
    1.2  Tujuan penelitian.......................................................................................................5
    1.3  Manfaat penelitian.....................................................................................................5
    1.4  Rumusan masalah.....................................................................................................5
    1.5  Hipotesis...................................................................................................................5
    KAJIAN KATEGORI
    2.1 Pengertian pertumbuhan dan perkembangan.............................................................6
    2.2 Faktor yang mempengaruhi.......................................................................................6
    METODOLOGI PENELITIAN
    3.1 Lokasi penelitian.......................................................................................................8
    3.2 Waktu penelitian.......................................................................................................8
    3.3 Variabel penelitian....................................................................................................8
    3.4 Alat dan bahan..........................................................................................................8
    3.5 Cara kerja..................................................................................................................9
    3.6 Tabel data hasil pengamatan....................................................................................10
    PEMBAHASAN..........................................................................................................11
    4.1 Kesimpulan ............................................................................................................13
    4.2 Saran.......................................................................................................................14







    PENDAHULUAN

    1.1 LATAR BELAKANG
                Dari sebuah makhluk hidup salah satunya adalah tumbuh dan berkembang.Pertumbuhan danperkembangan mempunyai pengertian yang berbeda.Namun, proses pertumbuhan danperkembangan berlangsung secara beriringan dan saling berkaitan.Sinar matahari memang berguna bagi fotosintesis pada tumbuhan. Namun, efek lain dari sinar matahari ini adalah menekan pertumbuhan sel tumbuhan. Hal ini menyebabkan tumbuhan yang diterpa cahaya matahari akan lebih pendek daripada tumbuhan yang tumbuh di tempat gelap. Peristiwa ini disebut dengan Etiolasi.Dampak tanaman akibat etiolasi adalah tanaman tidak dapat melakukan proses fotosintesis. Padahal proses fotosintesis bertujuan untuk menghasilkan karbohidrat yang berperan penting dalam pembentukan klorofil. Karena karbohidrat tidak terbentuk, daun pun tanpa klorofil sehingga daun tidak berwarna hijau, melainkan kuning pucat.
                       Kondisi gelap juga memacu produksi hormon auksin.Auksin adalah hormon tumbuh yang banyak ditemukan di sel-sel meristem, seperti ujung akar dan ujung batang. Oleh karena itu, tanaman akan lebih cepat tumbuh. Produksi auksin akan terhambat pada tanaman yang sering terkena sinar matahari.
                       Itulah sebabnya, pertumbuhan tanaman etiolasi selalu lebih cepat, tapi batang tidak tegar karena mengandung banyak air.Akibat tidak ada sinar matahari maka organ perbanyakan pada tanaman lama-lama mengkerut lalu mati karena tidak mendapat sumber makanan.
                       Untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh cahaya pada pertumbuhan itulah dilakukan percobaan, yaitu dengan memberi perlakuan variasi cahaya matahari yang berbeda pada tanaman kacang hijau

         1.2. Tujuan Penelitian
    Untuk membandingkan pertumbuhan batang kacang hijau di dua tempat yang berbeda (tempat terang dan tempat gelap).
        1 .3. Manfaat Penelitian
    Mengetahui efek dari sinar matahari terhadap pertumbuhan tanaman, baik efek positif maupun negatif.
        1.4. Rumusan Masalah
    Bagaimana kecepatan pertumbuhan batang kacang hijau pada tempatyang berbeda intensitas cahayanya?
        1.5. Hipotesis
    Setelah melakukan penelitian tentang pertumbuhan batang kacang hijau, ternyata pencahayaan sangat mempengaruhi pertumbuhan batang kacang hijau.Pada tempat yang terang pertumbuhan batang kacang hijau cenderung mengalami perlambatan dibandingkan pada tempat yang gelap.







    KAJIAN TEORI
        2.1. Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan
    Pertumbuhan adalah proses perubahan biologis yang terjadi di dalam organisme yang merupakan pertambahan ukuran (volume, massa dan tinggi) yang bersifat irreversibel (tidak dapat kembali ke keadaan semula) dan bersifat kuantitatif.
    Perkembangan adalah proses menuju kedewasaan dan bersifat kualitatif. Semakin dewasa organ yang dimiliki semakin lengkap.Terbentuknya organ reproduksi merupakan salah satu indikator terjadinya perkembangan pada tumbuhan.
         2.2. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan
                              Faktor Eksternal:

    •       Suhu

    Keberadaan suhu erat hubungannya dengan kerja enzim. Jika suhu terlalu
    tinggi atau terlalu rendah, enzim akan rusak.

    •        Makanan

    Makanan merupakan sumber energi dan sumber materi untuk mensintesis
    berbagai komponen sel. Nutrien yang dibutuhkan tumbuhan bukan hanya
    karbon dioksida dan air, tetapi juga unsur-unsur lainnya.

    •      Air

    Air berfungsi antara lain untuk fotosintesis, menjaga kelembapan, dan
    membantu perkecambahan biji. Tanpa air, reaksi kimia dalam sel tidak
    dapat berlangsung sehingga mengakibatkan tumbuhan mati.


    •       Cahaya

    Tumbuhan membutuhkan cahaya. Banyaknya cahaya yang dibutuhkan
    tidak selalu sama pada setiap tumbuhan. Umumnya, cahaya menghambat
    pertumbuhan meninggi karena cahaya dapat menguraikan auksin (suatu
    hormon pertumbuhan).

    •      Kelembapan

    Pengaruh kelembapan udara berbeda-beda terhadap berbagai
    pertumbuhan. Tanah dan udara yang lembap berpengaruh baik bagi
    pertumbuhan.

    •       Unsur hara

    Pertumbuhan juga dipengaruhi oleh unsur hara, misalnya nitrogen, fosfor,
    kalium, sulfur, kalsium, magnesium, besi, boron, mangan, tembaga, seng,
    molibdenum, klorin, dan nikel.


                            Faktor Internal:

    • Hormon
    Hormon adalah substansi kimia yang sangat aktif dan tersusun atas
    senyawa protein. Hormon tumbuhan yang mempengaruhi proses
    pertumbuhan antara lain, auksin, giberelin, sitokinin, kalin (rizokalin,
    kaulokalin, filokalin, antokalin), gas etilen, asam absisat, dan froligen
    • Gen
    Gen merupakan sifat yang tidak tampak dari luar, terdapat di dalam
    setiap kromosom yang ada di dalam inti sel.


    METODOLOGI PENELITIAN


    3.1. Lokasi Penelitian

    Penelitian mengenai pertumbuhan kecambah kacang hijau dengan intensitas cahaya yang berbeda-beda ini dilaksanakan di rumah

    3.2. Waktu Penelitian
    Waktu penelitian dilaksanakan pada tanggal 04 sampai 10 September 2014

    3.3. Variabel Penelitian

    1.      Variabel terikat yaitu biji kacang hijau.
    2.      Variabel bebas yaitu intensitas cahaya yang berbeda-beda.
    3.      Variabel terkontrol yaitu tanah, air, suhu dan kelembapan.


    3.4.Alat dan bahan



    1 2 buah pot
    2 Kacang hijau secukupnya
    3 Tanah yang sudah di campur
    dengan pupuk kandang (secukupnya)
    4 Air
    secukupnya.
    5 Kertas,
    pensil, penghapus dan penggaris


    Peralatan dan Bahan



    3.5 Cara Kerja

    1.      Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan.
    2.      Memasukkan tanah ke dalam pot tersebut
    3.      Menanambiji kacang hijau secukupnya di masing-masing pot.
    4.    Siram dengan air secukupnya.
    5.     Meletakkan kedua pot tersebut di tempat terang dan gelap.
    6.      Menyiram biji-biji kacang hijau pada masing-masing pot dengan air secukupnya.
    Penyiraman ini dilakukan dengan pagi hari dan malam hari
    7.      Mengukur tinggi kacang hijau, ketika muncul daun pertama pada tumbuhan
    kacang hijau tersebut.
    8.  Melakukan pengukuran pada malam hari (dilakukan setiap hari)
    9. Menulis hasil pengamatan dalam tabel pengamatan.
    10. Membuat grafik pertumbuhan batang kacang hijau.




    3.6. Tabel Data Hasil Pengamatan kacang hijau

    tabel pengamatan pertumbuhan kacang hijau





    PEMBAHASAN

    Penelitian di atas membandingkan pertumbuhan kacang hijau yang diletakkan di dua tempat berbeda, yaitu tempat terang dan gelap.Dari hasil penelitian di atas, kecambah kacang hijau yang paling cepat tumbuh adalah kecambah kacang hijau yang berada di tempat gelap.Tumbuhan kacang hijau di tempat gelap ini dengan begitu cepat tumbuh menjadi tinggi.
    Faktor yang menyebabkan kecambah kacang hijau di tempat gelap lebih cepat pertumbuhannya dibandingkan kecambah di tempat terang yaitu adanya pengaruh dari hormon auksin. Salah satu fungsi yang paling penting dari hormon auksin adalah merangsang pemanjangan sel pada tunas muda yang sedang berkembang. Hormon auksin dihasilkan pada bagian koleoptil (titik tumbuh) pucuk tumbuhan.Jika terkena cahaya matahari, auksin menjadi tidak aktif. Kondisi fisiologis ini mengakibatkan bagian yang tidak terkena cahaya matahari akan tumbuh lebih cepat dari bagian yang terkena cahaya matahari. Akibatnya, tumbuhan akan membengkok ke arah cahaya matahari.
    Auksinyang diedarkan ke seluruh bagian tumbuhan mempengaruhi pemanjangan, pembelahan dan diferensiasi sel tumbuhan. Auksin yang dihasilkan pada tunas apikal batang dapat menghambat tumbuhnya tunas lateral. Bila tunas apikal batang dipotong maka tunas lateral akan menumbuhkan daun-daun. Peristiwa ini disebut dominansi apikal.Inilah yang menjadi penyebab kecambah yang berada di tempat gelap lebih cepat pertumbuhan tingginya, dibandingkan dengan kecambah yang berada di tempat terang.

    Namun ada kekurangan yang dialami oleh tumbuhan yang berada di tempat gelap. Tumbuhan yang tumbuh di tempat gelap akan tumbuh lebih cepat, namun dengan kondisi tekstur batangnya sangat lemah dan cenderung warnanya pucat kekuningan, kurus, dan daunnya tidak berkembang (etiolasi). Keadaan ini terjadi akibat tidak adanya cahaya sehingga dapat memaksimalkan fungsi auksin untuk pemanjangan sel-sel tumbuhan. Sebaliknya, tumbuhan yang tumbuh di tempat terang menyebabkan tumbuhan tumbuh lebih lambat dengan kondisi relatif pendek, tekstur batangnya sangat kuat dan juga warnanya segar kehijauan serta daun berkembang baik.







    PENUTUP

    4.1. Kesimpulan
    v  Setiap makhluk hidup mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Begitu pula dengan tumbuhan kacang hijau.
    v  Tumbuhan kacang hijau di tempat gelap memiliki pertumbuhan lebih pesat dibandingkan tumbuhan kacang hijau yang berada di tempat terang.
    •     Kesimpulan
    Dari praktikum yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan yaitu sebagai berikut. Tumbuhan dalam hal percobaan kali ini adalah kacang hijau yang di daerah gelap tumbuh lebih optimal dan cepat karena peristiwa etiolasi dan tidak terurainya hormon auksin, sehingga akan terus memacu pertumbuhan batang kacang hijau. Meskipun tanaman kacang hijau ini tumbuh lebih tinggi, tetapi dengan kondisi f isik tanaman yang kurang baik, batang terlihat kurus tidak sehat, warna batang dan daun pucat serta kekurangan klorofil sehingga daun terlihat pucat.

    Tanaman kacang hijau yang diletakkan di tempat terang tumbuh lebih pendek karena hormon auksin ini akan terurai dan terhambat karena terkena cahaya dan rusak sehingga laju pertambahan tinggi tanaman tidak terlalu cepat. Meskipun tanaman kacang hijau ini tumbuh lebih pendek, tetapi dengan kondisi  fisik tanaman yang sehat, subur, batang terlihat gemuk, daun terlihat segar dan berwarna hijau serta memiliki cukup klorofil , yang menjadi perbedaan adalah bengkoknya tanaman yang mengikuti arah datangnya cahaya matahari.


    4.2. Saran
    Memilih biji kacang hijau yang masih segar sehingga dapat memaksimalkan hasil penelitian.
    Menanam biji kacang hijau di tempat yang terang agar memperoleh kualitastanaman yang baik meskipun pertumbuhannya cenderung lambat.
     Dalam melakukan suatu percobaan, lebih baik melakukan percobaan di tempat yang sekiranya tidak ada sesuatu yang mengganggu seperti hama tanaman, hewan, sehingga percobaan akan aman dan berhasil.
    Dalam mengukur tinggi kecambah, harus dilakukan secara teliti.
       Dalam melakukan percobaan, hendaknya memperhatikan kualitas kacang hijau yang akan ditanam dan memperhatikan kondisi lingkungan yang sesuai dengan apa yang ingin diteliti sehingga hasil percobaan itu baik dan valid.

    • HASIL PRATIKUM PERTUMBUHAN KACANG HIJAU

    • kecambah kacang hijau

      contoh laporan hasil pengamatan pertumbuhan kacang hijau

    laporan ilmiah pertumbuhan kacang hijau

    Refano Pradana

    {google-plus#https://plus.google.com/u/0/112244076923112035800/} {pinterest#https://id.pinterest.com/apsdbgsmgs/}

    Contact Form

    Name

    Email *

    Message *

    Powered by Blogger.
    Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget