Articles by "Bahasa"





Teks Biografi menceritakan perjalanan tokoh mulai dari nol hingga waktu tertentu. Bahasa yang dipakai dalam penulisan Teks Biografi tidak boleh mengandung "kedekatan pada tokoh", misalnya saja: 'Biografi Ibu Saya'.

Walaupun kita dekat dengan tokoh, kita tetap harus menggunakan bahasa, seolah-olah kita tidak kenal dengan tokoh.

Budi : Pendidikan Bisa Didapat dari Pengalaman


Budi lahir di Yogyakarta pada 15 Agustus 1965. Beliau adalah anak ketiga dari lima bersaudara pasangan Bambang dan Ati. Keluarga ini adalah keluarga petani. Ayah beliau juga menjadi kepala dusun. Nama Budi sendiri memiliki arti “Baik” dengan harapan agar dia menjadi anak yang patuh. Kehidupan masa kecilnya sederhana tapi selalu diisi dengan kebahagiaan dan kenakalan.


Budi pernah mengenyam pendidikan di SDN 1 Sonoewu (1972-1978). Beliau termasuk siswa yang pandai, oleh karena itu ia mendapat beasiswa. Sebelum usai menamatkan sekolah, keluarga beliau mengalami kebangkrutan. Hal ini memaksa orang tua beliau untuk menjual seluruh tanah pertanian yang dimilikinya. Melihat orang tuanya yang kebingungan memulihkan keuangan dan tangisan kedua adiknya yang masih sangat kecil, beliau memutuskan untuk tidak melanjutkan sekolah. Sebenarnya ia juga mendapat kesempatan untuk melanjutkan ke SMP melalui beasiswa yang didapatnya, akan tetapi permintaan ibunya untuk membantu memulihkan keadaan keluarganya lebih kuat. Walaupun tidak melanjutkan sekolah beliau tidak patah semangat. Beliau berprinsip pendidikan bisa didapatkan dimana saja.


Budi memulai dengan menjadi buruh tani. Ia berpindah dari satu kebun ke kebun yang lain untuk mencangkul tanah, menggugurkan daun apel, merapikan cabang apel, memetik apel, dan kuli angkut alat-alat pertanian. Meskipun penghasilannya tidak banyak, beliau tetap mensyukurinya. Keuletan dan ketegasan beliau menjadikannya sebagai kepercayaan seorang pemilik tanah untuk menjadi mandor di perkebunannya.


Ayah beliau sebagai pelopor kebudayaan pencak di desa memudahkan beliau untuk masuk ke perguruan silat tanpa membayar. Hal ini membuka kesempatan bagi beliau untuk lebih memperbanyak pengalaman dan teman.


Dengan penghasilan sebagai mandor ia akhirnya dapat membeli sepeda motor. Pada waktu itu sepeda motor bisa dibilang masih langka, teman seperguruan beliau mengajak beliau untuk menjadi ojek. Penghasilan yang diperoleh dari hasil mengojek cukup menguntungkan. Tidak hanya itu, beliau juga berternak sapi untuk menambah penghasilan. Bertahun-tahun beliau menekuni tiga profesi tersebut hingga akhirnya dapat mengumpulkan uang untuk membeli sebidang tanah pertanian apel yang berisi 200 pohon apel dengan harga Rp60.000.000,00.


Perkebunan apel beliau mulai berkembang. beliau mulai melepaskan profesinya sebagai tukang ojek, akan tetapi masih mempertahankan profesinya sebagai peternak sapi. Seiring dengan berjalannya waktu, nalurinya lebih memilih pertanian. Oleh karena itu beliau menjual sapi-sapinya dan membeli lahan pertanian baru.


Pada 1997 tepatnya 10 Dzulhijjah Budi menikah dengan Erni. Beliau dikaruniai dua anak perempuan yaitu Sulis dan Anggi. Bersama istri tercintanya beliau terus berusaha mengembangkan usahanya di bidang pertanian dan membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat sekitar.


Struktur Teks Cerita Ulang Biografi


  • Orientasi: Paragraf 1
  • Urutan Peristiwa Kehidupan Tokoh: Paragraf 1-6


Memahami Kaidah Kebahasaan Teks Biografi



1. Pronomina

Kata ganti, fungsinya mengganti nama orang atau benda.
  • Budi lahir di Yogyakarta pada 15 Agustus 1965. 
  • Beliau adalah anak ketiga dari lima bersaudara pasangan Bambang dan Ati.
  • Kehidupan masa kecilnya sederhana tapi selalu diisi dengan kebahagiaan dan kenakalan.
  • Ia berpindah dari satu kebun ke kebun yang lain untuk mencangkul tanah, menggugurkan daun apel, merapikan cabang apel, memetik apel, dan kuli angkut alat-alat pertanian.
  • Keuletan dan ketegasan beliau menjadikannya sebagai kepercayaan seorang pemilik tanah untuk menjadi mandor di perkebunannya.



2. Pengacuhan pada Kebahasaan Teks Biografi





No Pengacuhan Hal yang Diacu Pengacuan dalam Kalimat
1 Hal ini Keluarga,beliau mengalami kebangkrutan. Hal ini memaksa orang tua
beliau untuk menjual suluruh tanah pertanian yang dimilikinya.
2 Hal ini Ayah beliau sebagai pelopor kebudayaan pencak di desa
memudahkan beliau untuk masuk ke perguruan silat
tanpa membayar.
Hal ini membuka kesempatan
bagi beliau untuk lebih memperbanyak pengalaman dan teman.
3 Tidak hanya itu Penghasilan yang diperoleh
dari hasil mengojek cukup menguntungkan.
Tidak hanya itu, beliau
juga berternak sapi untuk menambah penghasilan.


3. Kejadian atau Peristiwa, Waktu, dan Tempat pada Teks Biografi



No Peristiwa Waktu Tempat
1 Lahir 5 Oktober 1965 Yogyakarta
2 Sekolah 1972-1978 SDN 1 Sonosewu
3 Menikah 10 Dzulhijjah,(1997) Yogyakarta

4. Kata Kerja (Verba) Material

 Kata kerja Materiil adalah kata kerja yang menjadikan subyek melakukan sesuatu.


5. Konjungsi
Konjungsi Intrakalimat adalah konjungsi yang menghubungkan kata dengan kata, sedangkan konjungsi antarkalimat adalah konjungsi yang menghubungkan kalimat demi kalimat



6. Kalimat Simplek



No Subjek Predikator Pelengkap+Keterangan
1 Budi lahir di Yogyakarta pada 15 Agustus 1965.
2 Budi pernah mengenyam pendidikan di SDN 1 Sonoewu
3 Ia mendapat beasiswa
4 Orang tuanya menjual seluruh tanah pertanian
yang dimilikinya.
5 Beliau memutuskan untuk tidak melanjutkan
sekolah
6 Ia akhirnya dapat membeli sepeda motor
7 Beliau juga beternak sapi untuk menambah penghasilan
8 Perkebunan
apel beliau
mulai berkembang
9 Budi menikah dengan Erni
10 Beliau dikaruniai dua anak perempuan




Gaya Bahasa dalam Sastra Indonesia: Majas Penegasan

Macam-Macam gaya bahasa - Majas Penegasan
Contoh Majas Penegasan-Majas penegasan adalah sebuah ungkapan yang digunakan untuk menegaskan atau memperkuat suatu berita. Majas ini tebagi menjadi beberapa bagian, yang akan saya tegaskan semua bagiannya sebagai berikut:

1. Majas Alonim


Majas Alonim adalah majas yang menggunakan varian dari sebuah nama untuk mempertegas kalimat. Varian nama lebih sering diambil dari beberapa suku huruf nama tersebut, Sebagai contoh:
  • Bagaimana keadaan anakku, Dok?
(Dok merupakan varian dari dokter)
  • Mbang, cepat kesini kau!
(Mbang merupakan varian dari Bambang)
  • Tenang saja, Pak. Semua pasti beres.
(Pak merupakan varian dari Bapak)

2. Majas Elipsis


Majas Elipsis adalah majas penegasan yang tedapat penghilangan kata atau bagian kata di dalamnya. Sebagai contoh:

  • Ya, setelah pulang kembali, kondisinya sudah …. Itulah mengapa aku tak mengijinkanmu pergi.
  • Andai saja kamu mau menuruti nasihatku … , ah terserah lah.
  • Semuanya telah kuberi, hati ini, nyawa ini, tapi kau ….

3. Majas Asindenton

Majas Asindenton adalah majas penegas yang menggabungkan beberapa kata tanpa memakai kata penghubung (Kata Konjugsi)
Contoh:

  • Tikus, semut, belalang, kecoa mati, semua berserakan ditanah yang tercemar ini.
  • Ya itu terserah mulutmu, mau kamu bilang aku, pemalas, sombong, pemarah, apalagi?
  • Lomba membaca cerpen, lomba menulis, lomba makan kerupuk, semuanya aka nada di HUT sekolahku nanti

4. Majas Koreksio

 Majas Koreksio adalah majas penegasan dimana menegaskan suatu hal salah yang kemudian diperbaiki.
 Contoh:

  • Namanya Budi Anduk, eh bukan, Budi Widodo
  • Dia pergi ke arah sana, eh maaf, ke arah situ.

5. Majas Silepsis

Majas Silepsis adalah majas penegasan yang menggunakan satu kata namun memiliki beberapa arti tergantung dari kontruksi kalimat dan sudut pandang.
Contoh:
  • Rio bisa bermain ular-ularan, walaupun ia sering terkena bisa ular.
  • Tanggal 20 tepatnya, sebuah bola melesat tepat ke mukanya, menyebabkan giginya tanggal dua.
  • Pasangan muda tersebut berencana bulan madu bulan Januari nanti.

6. Majas Inversi


Majas inversi adalah majas penegas yang penggunaannya dengan cara menempatkan predikat terlebih dahulu sebelum subjeknya dalam satu kalimat.
 Contoh:

  • Pergilah kau, pergi dari hidupku
  • Terjebak ku dalam kepastian cinta
  • Telah mengakhiri hidup Romeo dan Juliet

7. Majas Retoris


Majas Retoris adalah sejenis majas yang mengandung tanya jawab, dimana jawabannya telah terkandung di dalam pertanyaan tersebut. Sebagai contoh:

  • Masih adahkah orang yang peduli sesama pada zaman seperti ini?
  • Inikah namannya cinta?
  • Apakah nasib kita dapat berubah bila malas?
  • Mobil apa yang rodanya empat?

8. Majas Klimaks

 

Majas klimaks adalah majas penegasan yang menggambarkan tentang suatu pemikiran atau hal secara runtut dari yang sederhana/kurang penting kemudian meningkat kepada hal yang kompleks/lebih penting.

Contoh:

  • Pertama pasukan yang datang hanya sepuluh, kemudian seratus, kemudian lima ratus.
  • Generasi muda diharapkan dapat berguna untuk keluarga, masyarakat, berbangsa dan bernegara.
  • Cinta itu buta, semuanya rela dikorbankan, harta, nyawapun dapat dipertaruhkan.

 9. Majas Antiklimaks


Adalah majas penegasan yang memaparkan tentang suatu pemikiran atau hal secara runtut dari yang kompleks/lebih penting kemudian menurun menjadi hal yang sederhana/kurang penting.

Contoh:

  • Kepada kepala sekolah, para guru, dan siswa SMAN Merdeka yang saya cintai.
  • Alhamdulillah, uang yang sudah terkumpul sekitar 5 lembar uang ratusan ribu, 20 lembar uang puluhan ribu, dan 100 uang ribuan.

10. Majas Apofasis

Majas Apofasis adalah majas penegas yang seolah-olah menyangkal apa yang telah ditegaskan. Majas ini bisa disebut majas preterisia.

Contoh:

  • Saya tak sanggup mengatakan ini, namun sebenarnya ayahandamu yang tercinta, telah melakukan penggelapan uang miliaran rupiah.
  • Tenang saja, saya tidak akan mengatakan siapa-siapa kalau kamu main hati dengannya.
  • Kalau aku boleh jujur, kamu memang tampan dan baik, tapi dengan berat hati aku katakan bahwa penampilan dalammu tidak sebaik penampilan luarmu

11. Majas Pleonasme


Majas Penegasan yang cara penegasannya dengan menambahkan keterangan pada pernyataan yang memang sudah jelas walaupun sebenarnya keterangan tersebut tidak diperlukan.

Contoh:

  • Kepada Kepala Sekolah harap naik ke atas podium sekarang.
(Naik sudah jelas ke atas, tidak mungkin naik ke bawah)
  • Dian maju ke depan untuk mengerjakan soal.
(Maju sudah jelas ke depan, tidak mungkin maju ke belakang, oleh karena itu kata 'ke depan' sebenarnya tidak diperlukan)

12. Majas Repetisi


Majas Repetisi adalah majas penegas yang mengulang kata, frase, dan klausa yang sama dalam suatu kalimat.

Contoh:
  • Adikku tersayang, adikku tercinta
  • Kebahagiaanmu adalah kebahagiaanku juga, kesedihanmu adalah kesedihanku pula.

13. Majas Pararima 

adalah majas penegasan yang mengulan konsonan awal dan akhir dalam kata atau bagian kata yang berlainan.

Contoh:

  • Membuatku bertanya-tanya, tentang teka-teki cintamu.
  • Para pendemo mulai kocar-kacir seperti domba tanpa pengembala.

14. Majas Polisidenton


Majas Polisidenton merupakan majas penegas yang menyebut benda atau kegiatan dengan menggunakan banyak kata penghubung.

Contoh:

  • Bangun tidur, kemudian aku mandi, lalu gosok gigi, setelah itu tidur lagi.
  • Setelah memanaskan air dan memasukkannya ke dalam bak mandi, kemudian ia pun segera mandi.

15. Majas Enskalamasio

Majas penegasan yang menggunakan kata seru di dalam penulisannya.

Contoh:
  • Aduh(!), Itu pasti sakit sekali
  • Astaga, dia bilang sudah biasa.
  • Wah, indah benar pemandangannya.

16. Majas Enumerasio


Majas penegasan yangan melukiskan beberapa peristwa membentuk satu kesatuan yang dituliskan satu per satu supaya tiap-tiap peristiwa dalam keseluruhannya terlihat jelas.

Contoh:

  • Dia datang dengan membawa sepucuk surat, ia berikan padaku, kemudian pergi tanpa mengucapkan selamat tinggal
  • Kala surya tenggelam, kemudian tertelan kabut jingga, memberi silluet hitam pada pepohonan.

17. Majas Preterio


Majas Preterio adalah ungkapan penegasan dengan cara menyembunyikan maksud yang sebenarnya.

Contoh:

  • Mencari sesuatu yang telah menghilang.
  • Kita bertengkar agar mempunyai alasan untuk bisa bersama
  • Kau pergi dariku, meninggalkan kenangan yang sulit dilupakan
Nah, selain majas penegas,  masih beragam lagi gaya bahasa dalam sastra Indonesia,


  1. Majas Sindiran
  2. Majas Pertentangan
  3. Majas Perbandingan

Silahkan diklik bila ingin menambah pengetahuan sastra agan.

Majas Pertentangan

Majas Pertentangan


Majas pertentangan adalah kata-kata kiasan yang bertujuan untuk menyatakan pertentangan dari maksud sebenarnya. Majas ini terbagi menjadi beberapa macam, yaitu sebagai berikut di bawah ini:

Ragam Majas lainnya, ada disini, situs ini, sahabat tinggal lihat di Related Post. Sip!

Majas Paradoks


Majas Paradoks adalah majas pertentangan yang mempertentangkan dua hal yang seolah-olah saling bertentangan, padahal keduanya merupakan kebenaran. Paradoks juga bisa diartikan semua hal yang menarik kebenarannya. Sebagai contoh berikut di bawah ini:

  • Alex merasa kesepian ditengah-tengah keramaian pesta.
  • Susan merasa ada sesuatu yang kurang meskipun ia memiliki semua kekayaan yang ditinggalkan ayahnya.
  • Ia masih tetap kurus, walaupun ia banyak makan.

Majas Oksimoron

Majas oksimoron adalah majas pertentangan yang mengungkapkan paradoks yang tersusun menjadi sebuah frase.
Contoh:
  • Climbing merupkan olahraga yang sangat menyehatkan, walaupun cukup membahayakan.
  • Kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda.
  • Walaupun mukanya buruk rupa, tetapi hatinya sangat cantik.
  • Masa kepahitan di dalam hidup kita, pasti kita akan dapat memetik manisnya pada suatu hari.

Majas Anakronisme

Majas Anakronisme adalah majas pertentangan yang memiliki ketidaksesuaian antara waktu, latar, dan peristiwa yang diceitakan.
Contoh:
  • Malin Kumbang tiba di bandara tepat satu jam yang lalu.
  • Cinderellah terlihat anggun dengan konde dan kebayanya yang gemulai.
  • Air mata ibu Malin Kundang segera dihapus dengan tisu basah.

Majas Kontradisi Interminus

Majas kontradiksi Interminus merupakan salah satu majas pertentangan dimana terdapat pernyataan yang bersifat menyangkal atas keterangan telah disebutkan sebelumnya. Cirinya pada umumnya majas ini sering menyisipkan kata ‘kecuali’.
Berikut ini Contohnya:

  • Kepada teman-teman saya yang saya cintai, kecuali Budi, dia tak pernah melunasi utangnya pada saya!
(Pada kalimat sebelumnya sudah dijelaskan bahwa ia menyayangi semua temannya, kemudian dibantah)

  • Alex sudah membeli semua peralatan sekolah, kecuali buku tulis
(Pada kalimat sebelumnya sudah dijelaskan bahwa Alex sudah membeli semua peralatan sekolah, kemudian disangkal)

  • “Dompetku sudah tidak ada isinya sepersen pun, well.. hanya selembar uang lima ribuan” Jawabnya dengan lirih.
(Pada kalimat sebelumnya sudah dijelaskan bahwa ia tidak punya uang sama sekali, kemudian disangkal)

  • Tidak ada makanan tersisa sedikitpun di rumah makan ini, selain satu-dua bungkus mie instant.
(Pada kalimat sebelumnya sudah dijelaskan bahwa tidak ada secuil makanan apapun di rumah makan itu, kemudian disangkal)

Majas Antithesis 


Majas Antithesis ialah majas yang menggunakan kata berlawanan dengan maksud untuk menyampaikan sesuatu ungkapan.
Sebagai contoh sebagai berikut:
  • Pernah dengar Kartini sang pejuang wanita? Dialah yang percaya suatu saat wanita dapat setara dengan pria – habis gelap terbitlah terang.
  • Baik pria maupun wanita, kita dulunya lahirnya sama saja, tanpa busana.
  • Cepat atau lambat, sekarang atau besok, kita pasti akan meninggal dunia.
  • Dia akhirnya menemukan kemudahan diantara kesulitan

Nah guys, selain majas Pertentangan masih ada 4 macam majas. Untuk memperdalam pengetahuan sahabat tentang gaya bahasa, silahkan dibaca:
  1. Majas perbadingan, beserta fungsi majas
  2. Majas Sindiran
  3. Majas Penegasan



Nah, kali ini saya mau kasih tahu salah satu dari macam-macam gaya bahasa, yaitu majas sindiran.

Apa itu majas dan gaya bahasa?  Sahabat bisa membacanya disini, fungsi dan pengertian gaya bahasa.

Majas Sindiran

Majas sindiran merupakan rangkaian kata-kata kiasan (ungkapan) yang bertujuan untuk menyindir suatu hal. Majas sindiran sendiri mengungkapkan gagasan dengan cara menyindir untuk meningkatkan kesan dan makna pembaca.
Majas ini terbagi dalam berbagai macam bagian:

Majas Sarkasme

Majas sindiran yang secara langsung menghina, alias kata-katanya memang bersifat kasar. Sindiran ini memang membuat jlebb di hati. Untuk adik-adik jangan pernah dicoba ya..

Contoh:
Pergi saja kau ke neraka, matimu-pun aku tak rugi.
Masakanmu seperti sampah, tak layak dimakan.

Majas Ironi

Majas ironi berisi majas sindiran dengan menyembunyikan fakta sebenarnya dan mengungkapkan kebalikan dari fakta tersebut, mirip antonim,gan.
Sebagai contoh adalah:

Wow, bagus sekali nilai rapormu, merah semua.
Ini suaramu, ya? Merdu sekali sampai-sampai gendang telingaku mau pecah
Pagi benar kau ke sekolah, pelajaran mau selesai sudah datang.
Aduh, harum benar tubuhmu, sudah tak mandi berapa hari?


Majas Satire

Majas sindiran ini berisi ungkapan yang menggunakan baik sarkasme, ironi, paradi, untuk mengecam atau menertawakan gagasan, kebiasaan, dan sebagainya.
Contoh:

Aduh kasian tuh bule, pakaian(daleman)nya, kurang kain ya? 
Ulangan kemarin gampang banget, tapi kok sekelas remidi semua ya?
Katanya rangking satu, soal tambah-tambahan aja gak bisa.

Majas Innuendo

Majas Innuendo adalah majas sindiran yang bersifat mengecilkan fakta yang sebenarnya, biasanya fakta yang ‘dikecilkan’ merupakan fakta umum.
Contoh

Dia mendapat ijasah itu dengan menggadai mobilnya.
Ia diterima bekerja di perusahaan itu karena pemiliknya dulu adalah sahabatnya.
Kamu beli Gelar doktor itu dimana? Kok mudah sekali kau dapatkan.

Majas Sinisme

Majas sinisme merupakan majas yang berbentuk kesangsian dan bermaksud mengejek tentang sesuatu.
Contoh:
Manis betul teh ini, gula mahal ya?
Lama-lama aku jadi gila bila terus melihat tingkah laku anehmu itu
Kenapa kau campakkan aku? Apakah aku tidak berarti bagimu?
Perkataanmu tadi tidak pantas untuk diucapkan oleh orang sekaliber dirimu

Majas Antifrasis

Sebuah majas sindiran yang mengungkapkan sifat dari suatu benda dengan sebutan (ciri) dari benda tersebut namun memiliki arti berlawanan.
Contoh:

Si Miskin ini sering mengemis di pinggir trotoar, pekerjaan ini membuatnya mampu membeli dua rumah.
Si Pintar harus remidi karena nilainya dibawah KKM.
Si Langsing ini tidak mempunyai pakaian apapun untuk menutupi perut buncitnya.
Si Tampan ini mempunyai banyak jerawat bertengger di mukanya.
 Beberapa rumpun majas yang lain, Recommended untuk dibaca
  • Majas Perbandingan
  • Majas Penegasan
  • Majas Pertentangan 
Silahkan dilihat direlated post dibawah ini. ;)

Pengertian Gaya Bahasa (Majas)

Macam macam Gaya Bahasa Lengkap

Gaya Bahasa merupakan bahasa indah yang berfungsi untuk memperkenalkan,  menjelaskan, maupun membandingkan suatu benda dengan benda atau  hal lain.

Definisi Gaya Bahasa (majas) menurut Sujiman, dikutip dari bukunya yang berjudul, "Kamus istilah sastra", gaya bahasa adalah suatu ungkapan yang berisi tentang kata-kata kiasan. Jadi,

gaya bahasa di sini merupakan semua jenis ungkapan yang digunakan untuk mengungkapkan sesuatu dengan makna kias (bukan makna sebenarnya).

Gaya bahasa atau sering kita sebut majas juga dapat diartikan sebagai cara mengungkapkan suatu pikiran atau perasaan dalam bentuk tulisan maupun lisan.

Mengapa Gaya Bahasa sangat penting dalam dunia sastra tulis?

Karena gaya bahasa sendiri merupakan salah satu pemanfaatan dari kekayaan bahasa, karena ketika seseorang menggunakan gaya bahasa, maka ia harus bisa memilih kata yang tepat dan sesuai dengan apa yang ia harapkan.

Fungsi Gaya Bahasa (Majas)


Fungsi penggunaan Gaya Bahasa sebagai berikut:

1. Untuk menegaskan sesuatu dengan lebih jelas.

Contoh:
Semua siswa yang masih ada di  lantai dua, harap turun ke bawah.
Silahkan maju ke depan untuk mengerjakan soal nomor 19.


2. Untuk mengulang kata atau bagian, frasa ataupun bagian dari suatu kalimat yang dirasa perlu untuk mendapat penekanan.

Contoh:
Engkaulah tempatku berlabuh, Engkaulah tempatku berharap, Engkaulah tempatku memohon.
Akulah pengemis itu, Akulah yang telah membocorkan aibmu ke orang itu.


3. Untuk Mengungkapkan suatu maksud atau tujuan tertentu.

Contoh:
Jemarinya menari indah di atas tuts-tuts piano.
Teriknya matahari mengiringi perjalanan pria itu.


4. Untuk membandingkan dua hal yang berlawanan.

Contoh:
Si pandai dan si bodoh memang terlihat benar perbedaan raportnya.
Mereka berdua seperti beuty and the beast.


5. Untuk mengumpamakan tentang sesuatu hal.

Contoh:
Mukamu laksana rembulan malam (pucat).
Engkau bagaikan pinokio tak berhidung (Penipu ulung).


6. Untuk mengatakan suatu maksud tertentu dengan menggunakan kata yang berlainan dengan kenyataan ataupun maksud tersebut.

Contoh:
Aduh, pintarnya, saking pintarnya sampai semua soal tidak dijawab.
Manis sekali teh buatanmu, gulanya pasti mahal.


Pembagian Majas atau Gaya Bahasa


Pada dasarnya.majas dapat dibagi menjadi empat macam majas. Berikut ini macam-macam majas (KLIK List dibawah ini):
  • Majas Perbandingan
  • Majas Penegasan
  • Majas Sindiran 
  • Majas Pertentangan 

A. Majas Perbandingan


Majas Perbandingan adalah Perbandingan yang pada hakikatnya berkaitan ataupun dianggap berkaitan. Majas Perbandingan dapat digunakan untuk meningkatkan kesan (pengaruh) terhadap pembaca.

Majas ini terbagi dalam beberapa macam:

1. Majas Metafora


Metafora merupakan salah satu jenis majas perbandingan yang mengungkapkan sebuah ungkapan perasaan secara langsung berupa perbandingan analogis.

Contoh:

  • Setelah ayahnya meninggal, kini Wawan adalah tulang punggung bagi keluarganya.
  • Zuria adalah anak semata wayangku 
  • Berkat pengabdiannya pada perusahaan ini, dia dipercaya menjadi tangan kanan Pak direktur.

2. Majas Personifikasi


Yaitu majas perbandingan yang ditujukan untuk benda mati, namun seolah-olah dapat bertindak seperti manusia.

Contoh:

Maafkan bila ku tak sempurna, cinta ini tak mungkin ku cegah, namun ayat-ayat cinta bercerita, Cintaku padamu.
------------------------------
Rossa, Ayat-ayat cinta
------------------------------
Hujan pun menangis, cintaku ditelan dunia.
Daun kelapa itu melambai-lambai diterpa angin kencang. 

3. Majas Hiperbola

Majas Hiperbola adalah majas yang membandingkan kenyataan sebenarnya secara melebih-lebihkan atau membesar-besarkan. Majas ini tentu sudah tak asing di telinga sobat, contoh:
  • Makanannya pedas sampai bibirku terbakar.
  • Saya mati-matian mengerjakan soal matematika ini.
  • Suaranya cempreng sampai gendang telingaku mau pecah rasanya.
  • Saya mempunyai cita-cita setinggi langit.
  • Air matanya menetes sampai menganak sungai 

4. Majas Litotes 

Merupakan majas yang berbanding terbalik dengan majas hiperbola, menyatakan penurunan kualitas fakta bertujuan untuk merendahkan. Majas litotes biasa juga disebut hiperbola negatif. 

Contoh:
Singgahlah sebentar di gubug sederhana saya
(Padahal rumahnya tingkat 5)

Saya ini apalah Tuhan
Saya ini cuma jejak-jejak kaki musafir
pada serial catatan pinggir;
sisa aroma seonggok beha;
Dan bau kecut pada sisa cinta.

Tentu saja karya ilmiah ini masih jauh dari kata sempurna.

5. Majas Asosiasi

Majas yang membandingkan dua hal yang berbeda, namun dinyatakan sama, contoh:

Mengapa wajahmu seperti mayat? (pucat)

Saya suka tekadnya yang sekeras baja. (kuat / tidak mudah patah)

Masalah ini bagai benang kusut. (ruwet)

6. Majas Alegori

Majas yang didalam penyampaiannya menggunakan kiasan atau penggambaran, contoh:

Mendayung bahtera Rumah Tangga, mengarungi kehidupan yang penuh dengan gelombang.

Kueja setia, semua pun yang sempat tiba sehabis menempuh ladang Kain dan bukit Gologota sehabis menyekap beribu kata, di sini rongga-rongga yang mengecil ini.
-----------------------------------
("Prologue", Supardji Djoko Damono, "Dukamu Abadi", Bentang: Yogyakarta, Cet 2.2004)
-----------------------------------

Kamu Sangkuriang, bukan? Cinta bisa mengubah darah!

Iman adalah sebuah kemudi dalam mengarungi zaman.

 

7.  Majas Simile

Majas Simile adalah salah satu jenis majas yang memakai ungkapan secara tidak langsung dan dinyatakan dengan kata depan dan penghubung seperti layaknya, bagaikan, dll. Contoh:

Kau seperti cermin, Yang telah usang dan berdebu sebarkan noda dihatiku, berkalang awan kelabu disini. Ku seperti kapas, yang putih hampa dan terkulai meratapi cinta yang hitam.
-------------------------------
("Salah Jatuh Cinta", Agnes Mo, Aquarius Musikindo)
-------------------------------
Kau seperti udara yang ku hela, kau selalu ada.
______________________
("Dealova", Letto)

 Mereka seperti air dan api, tidak bisa bersama

Bagaikan air susu dibalas air tuba, kebaikanku kau balas dengan kejahatan.

8. Majas Alusio

Salah satu jenis majas perbandingan yang menggunakan ungkapan/peribahasa atau berbagai kata kiasan, peribahasa yang sudah lazim didengar dengan semua orang, contoh:

 Ah kamu, kura-kura dalam perahu.

Andi dari tadi tidak terlihat batang hidungnya.

Entis Sutisna merupakan komedian dalam negeri yang sedang naik daun.

Dia memang seorang lintah darat  yang tidak berperasaan.

9. Majas Antropomorfisme

Majas Antropomorfisme merupakan majas perbandingan yang menggunakan kata atau bentuk yang berhubungan dengan manusia untuk sesuatu yang bukan manusia.

Contoh:

Hati-hati dengan omonganmu, bisa jadi pedang bermata dua.

Jarinya berdarah terkena mata pisau.

Dia menyembunyikan diri di lambung kapal.

Jakarta merupakan jantung perokonomian di Indonesia

10. Majas Sinestesia

Majas yang berhubungan dengan suatu indra namun dikenakan oleh indera lain.

Contoh:

Kamu sekarang kok terlihat manis ya?
(Manis  merupakan indera perasa yang dipindahkan menjadi indra penglihatan)

WAHAI, sayap terbakar dan gulita pada mata Orang buangan tidak bisa lunak pada kata.
("Burung Terbakar", W.S. Rendra, "Empat Kumpulan Sajak", Pustaka Jaya: Jakarta)
 
Kata lunak biasanya digunakan untuk makanan, sehingga berhubungan dengan lidah, bukan dihubungkan dengan kata-kata.

Manisnya kenangan bersama mantan.
(Manis biasanya dapat dirasakan oleh indra perasa. Namun, manisnya kenangan, hanya dapat dirasakan oleh hati, Asik)

Dia memang berbakat jadi penengah, setelah kedatangannya suasana kedua kubu perlahan menghangat.
(Hangat identik dengan indera peraba)

11. Majas Antonomasia

Majas yang berfungsi menyebutkan sesuatu bukan dengan nama aslinya, melainkan salah satu sifat benda tersebut.

Contoh:

Si gendut tiba dengan mukanya yang cemungut

Sst... si cerewet lagi tidur, kamu tahukan apa jadinya kalau dia bangun?

12. Majas Aptronim

Majas perbandingan yang dilakukan dengan cara pemberian nama yang cocok dengan sifat atau pekerjaan seseorang, contoh:

Setiap masakan terasa hambar bila tidak diracik oleh tangan kurus Si Juru masak itu.

Dia tidak pandai berbicara "r", makanya dia disebuk Nyak Cedal.

Gedung ini didesain oleh arsitek-arsitek terbaik di Indonesia.

13. Majas Metonomia

Merupakan majas yang menyebutkan nama benda menggunakan dari merk benda tersebut.

Pak Jarwo lagi menghisap Gudang Garam.

Tukijan lagi mengendarai Lamborghini.

Enaknya minum kapal api  di pagi hari.

14. Majas Hipokorisme

Majas perbandingan yang menggunakan nama timangan atau yang menunjukkan hubungan karib, contoh:
  • Si manis ayo ke sini, aku bawain kamu makanan.
  • Kucing Mina sangat menggemaskan, itu sebabnya Mina sangat menyukainya.

15. Majas Totum pro porte


Merupakan majas perbandingan yang mengungkapkan tentang keseluruhan objek padahal yang dimaksud hanyalah sebagian.

Contoh:

  • Akhirnya Indonesia menang atas Malaysia dengan skor tipis 1-0
  • SMA Tadika Mesra memenangkan lomba menari antar provinsi.

16. Majas Pars pro toto


Majas yang berlawanan dengan Totum pro porte, mengungkapkan sebagian objek padahal yang dimaksud adalah keseluruhan objek.

Contoh:
  • Aku tinggal satu atap dengannya.
  • Aku tidak melihat batang hidungnya.
  • Saya baru saja membeli 2 ekor ayam.

17. Majas Eufimisme

Majas Eufimisme adalah majas perbandingan yang mengganti kata-kata yang dirasa kasar dengan kata-kata lain yang dianggap lebih pantas untuk diucapkan. Sebagai contoh:

“Pak, saya boleh izin ke belakang” Ucap Loki.
(kata ke belakang lebih halus daripada kata WC)

Polisi berhasil menangkap para tunasila tersebut dengan melakukan penggerebekan.
(tunasusila lebih sopan daripada pelacur)

Pak Rudi memang penglihatan sudah berkurang.
(Lebih sopan daripada buta)

18. Majas Dismefisme

Merupakan kebalikan dari majas Eufimisme, yaitu mengganti kata yang dirasa halus dengan kata lain yang tabu.

Contoh:

Andik Firmansyah berhasil membobol gawang Kurnia Mega.
(Membobol lebih kasar daripada memasukkan bola)

Dia tewas akibat kecelakaan.
(Tewas lebih kasar daripada mati)

19. Majas Fabel

Jenis majas perbandingan yang menyatakan perilaku binatang yang mirip seperti manusia, baik dalam bertutur kata maupun perilakunya.

Contoh:

“Oke, sekarang aku akan mulai menghitung,” kata Kancil, ia segera melompat ke punggung buaya pertama, setelah itu melompati punggung buaya kedua, sambal berkata, “Satu, dua,..” Begitu seterusnya.

20. Majas Parabel

Majas perbandingan yang mengungkapkan nilai-nilai amanat yang disamarkan dalam cerita.

Contoh:

Fir’aun akhirnya mati tenggelam, padahal dia mengaku sebagai “Tuhan”.
(Fir’aun merupakan gambaran dari orang penguasa yang dzalim dan sombong)

Qorun akhirnya mati tertimpa oleh harta karunnya sendiri.
( Qorun merupakan gambaran dari orang kaya yang sombong)

Malin Kundang dikutuk menjadi batu oleh ibunya.
(Malin merupakan gambaran dari sosokanak yang durhaka)

21. Majas Perifare

Majas Perifare merupakan salah satu majas yang mengganti ungkapan pendek dengan ungkapan yang lebih panjang.

Contoh:

Rest In Peace
(RIP merupakan pengganti dari meninggal)

Dia yakin bahwa kemenangan ada di depan matanya
(Menggantikan ungkapan Optimis)

22. Majas Eponim

Majas ini menghubungkan nama seseorang menjadi sifat tertentu. Biasanya merupakan nama tokoh dihubungkan dengan sifat dari tokoh tersebut.

Contoh:

Wah, andai saja ada Einstein , pastinya ia dapat mengerjakan pr-ku ini
(Einstein melambangkan orang yang genius dan pintar)

Andai Dewa Armor mau menembakan panahnya ke dia
(Dewa Armor melambangkan tentang asmara)

23. Majas Simbolik

Jenis majas yang melukiskan sesuatu dengan menggunakan simbola tau lambang.

Contoh:

Sikapmu seperti Bunglon, tak memiliki pendirian.
(Bunglon sering berganti warna, oleh karena itu dianggap tidak memiliki pendirian)

Dua Jempol untuk jawabanmu!
(Dua jempol merupakan pengibaratan setuju/terkesan)

Contoh Teks Anekdot Tema Kesehatan "Merokok Membunuhmu"


Kali ini saya mau share contoh teks anekdot tema kesehatan, tapi kayaknya juga sedikit condong ke tema pendidikan. Ya, terinspirasi model baru bungkus belakang rokok yang berevolusi, yang dulunya panjang dan mengandung informasi nan kalem, terus berubah jadi ngancam dan bergambar. Terus ane nyoba nambah sedikit humor, semoga anekdotnya lucu ya. Kalau lucu jangan numpang lewat saja. Jangan lupa tertawa.

Just info tentang kandungan rokok,

Merokok Membunuhmu


Rokok, merupakan salah satu sembako yang selalu mutlak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Baik kaya maupun mlarat, rokok selalu menjadi kebutuhan pokok. Orang-orang merasa ngeh dengan peringatan tentang bahaya rokok di belakang bungkus rokok. Di sana tertera rokok berbahaya bagi jantung, bikin kamu kehilangan kejantanan (impotensi), bahkan sampai nyawamu terkapar.

Suatu hari, seorang anak kecil sedang menonton berita di televisi  bersama ibunya.  “Selamat pagi, jumpa lagi dengan saya Jeremy Tetanus, di berita topik peteng. Berita dibuka dengan kabar duka, artis kita, yak-yak telah tutup usia setelah bertarung melawan penyakit kanker yang dihadapinya.”, Tegas sang reporter. Anak kecil tersebut bertanya pada ibunya, "Kanker itu membunuh banyak orang ya... apa kanker itu bahaya, bu?” Tanya anak itu. “Yak.” Sahut ibunya. “Tapi bu, lebih bahaya mana, kanker sama hachim-hachim.” Tanya anak itu dengan polosnya. “Lebih bahaya kanker, lah. Coba, kanker merupakan penyakit yang paling banyak membunuh warga dunia ke 3 (bohong).” Jawab ibunya.

Suatu sore, anak kecil tersebut sempat membuat geger warga kampung. Anak tersebut lari-lari sambil meminta tolong. “Tolooooooong, toloooooong!!” Teriak anak itu. “Ada apa?” Tanya warga sekitar. “Ayahku, ayahku mau bunuh diri!” Sahutnya. “Innalillahi. Ayo cepat kita kesana, sebelum semuanya terlambat!” Ajak salah satu warga. Mereka berlari seperti sedang lomba maraton didekat gunung yang mau meletus.

Mereka kemudian tiba di rumah anak itu, tanpa bilang permisi, mereka langsung menerjang pagar. Karena terlalu terburu-buru, mereka tidak tahu bagaimana cara menggunakan pagar. Jadi, mereka menerjang pagar tersebut dengan memanjatnya selayaknya sebuah tangga. Bruak!! Pintu langsung di dobrak,  “Pak, tolong apapun kondisi yang sedang bapak hadapi, jangan memilih jalan singkat yang gak... bunuh diri, pak?” Kata salah seorang warga.

Ternyata ayah anak itu sedang membaca koran dan menghisap rokok. “Sia... pa.. yang mau bunuh diri?” Tanya ayah anak itu dengan nada ketakutan. Suasanapun dirumah itupun menjadi hening, namun ramai karena dipenuhi warga satu kampung. Tiba-tiba terdengar suara bocah, “Yah, udah, tolong hentikan”. Warga-warga menengok ke bocah tersebut dan bertanya, “Apanya?”. Bocah itu menjawab, “Merokok”. Wargapun naik pitam, dengan geram salah seorang warga bertanya kepada bocah tersebut, “nak, katamu, ayahmu hendak bunuh diri? Terus apa hubungannya dengan merokok.”
Anak polos tersebut pergi ke arah ayahnya, kemudian mengambil bungkus rokok di tangan ayahnya, dan menunjukkan bagian belakang bungkus rokok tersebut. “Lihat pak, di sini ada gambar kanker sama tulisan merokok membunuhmu.” 


Itulah sedikit contoh anekdot lucu tema kesehatan, semoga memberikan kita pendidikan tentang sadarnya untuk tidak merokok. Jangan lupa like fanspage blog ini ya. Bye!

Berikut ini contoh naskah drama anekdot untuk minimum 4 orang beserta tipsnya. Seperti yang kalian tahu ciri Anekdot opsionalnya seharusnya terdiri dari kritikan, melibatkan tokoh penting.


----------------------------------------------------
Berikut ini jumlah pemainnya
Contoh Drama Anekdot 4 orang.
Tiap orang ada yang bermain rangkap 2 atau 3,  rekomendasi menurut saya.
1 orang merangkap 3 tokoh. Koruptor, Reporter, Caleg
Aktivis juga menjadi narator

Contoh Drama anekdot 5 orang
1 orang merangkap 2 tokoh

Contoh Drama Anekdot 6 Orang
Rekomendasi: Sobat bisa tambahkan 1 orang menjadi polisi.
---------------------------------------------------

Berikut ini beberapa tips ketika akan menampilkan drama anekdot.

1.    Pastikan latar sudah tersedia sebelum drama. Jangan sampai saat drama kita membuat lagi latar. Bentuk desain latar drama ini terdiri dari dua tempat Warteg dan Tempat PKL jualan serta meja guru sebagai tempat berita.

2.    Pastikan tiap tokoh memiliki ciri khas unik di drama ini memiliki tiap tokoh memiliki ciri khas ini usahakan lucu.

Caleg : Bahasa ala orang malaysia. Terinspirasi dari tokoh Papa Zola di Boboiboy. Dan ketika kampanye ekspresinya datar.
Pedagang: Pemarah
Aktivis    : Emosi, bicaranya seperti bung tomo lagi khutbah :D
Koruptor : Sombongnya gak ketulungan.




3.    Pastikan punya jeda kalimat, maksimalkanlah nada, kata, dan penjedaan terutama pada dialog lucu, seperti pelawak berbicara. Agar penonton dapat merespon mananya yang lucu. Misalnya langsung menyela omongan aktor lain.


4.    Berimprovisasi ; Nilai plus dalam drama

5.    Latihan seolah sedang drama sungguhan




                                            Lucunya di Negeri Ini

Suatu hari di suatu negara entah berantah sedang mengadakan masa kampanye. Termasuk  daerah kota didalamnya, yaitu kota entah apalah namanya pula sedang mengadakan pesta demokrasi.

Caleg         :  Ayo semua, saudara-saudaraku ayo kumpul
Caleg         : Dukung saya, Papa Zola nomor urut satu setengah! Agar menjadi anggota DPR, insyaallah saya akan mensejahterahkan tempat ini
Pedagang    : Yakin pak!!
Caleg         : iya, kalau bisa saya akan menjadikan tempat ini pusat jual beli dan wisata. Tapi ingat jangan pilih Adu du.
Pedagang    : Kenapa pak?
Caleg        : Karena dia musuh Boboiboy!!
Pedagang    : Oke pak kita dukung Bapak! (meninggalkan si caleg) Datar banget ekspresinya   
Hari – sampai hari telah berlalu berganti minggu dan sampailah pada pemilu. Akhirnya si caleg tadi berhasil maju menjadi anggota legislatif. Wargapun semua pada gembira karena tidak lama lagi tempatnya akan menjadi lebih sejahtera, namun bagaikan  peribahasa.
Bukannya malah untung malah buntung. Bukannya malah sejahtera malah sengsara. Itulah yang mereka rasakan sekarang.
------------------------------------------------------------------------
Disini bagi yang punya anggota lebih dari 4 orang bisa menambahkan percakapan polisi dengan pedagang. Istilahnya Polisi lagi operasi  razia PKL
Berikut naskahnya
Polisi        : Daganganmu saya sita!!
Pedagang    : Loh kenapa, Pak!
Polisi        : Pedagang “kaki” lima dilarang dagang disini!
Pedagang    : Pak, siap-siap tercengang ya..
Polisi         : Apanya?
Pedagang    : Kaki saya cuman dua!
Polisi        : Masyaallah, saya tercengang! Tapi pedagang seperti Anda mengganggu lalu lintas di kota besar
Pedagang    : Tapi saya dagangannya di Jakarta, kayaknya kota Surabaya, Jogja, Medan dan Balikpapan gak terganggu deh
Polisi        : Ini tong, gerobaknya. Ambil aja, jangan lupa tes kejiwaan ya. 
----------------------------------------------------------------------

Setelah itu pedagang pergi ke latar dua yaitu warteg.
Pedagang    : Kutu kupret, pret, pret!
Jarjit        : Ada  apa?
Pedagang    : Itu, janjinya mau mensejahterahkan. Malah gusur, salah gusurnya kayak gitu lagi. Wobrok, wobrok, wobrok
Jarjit        : Ya namanya juga gusur. Kalau pelan-pelan ya jasa tukang pos. Memang gak ada surat peringatan?
Pedagang    :  Ya adalah
Jarjit        : lah itu
Pedagang    : Tapi kan ya namanya peringatan, kayak peringatan 17 Agustus. Kita pada kumpul ramai-ramai terus kita rayain deh.
Jarjit        : Bodohnya dah kereng nih penduduk disini. Masa surat penggusuran dirayain kayak tujuh belasan
Aktivis        : Merdeka! Merdeka! Merdeka!
Jarjit         : Kamu ini datang tiba-tiba, Jantung mau copot seketika. Gak bisa dikecilin suaranya.
Aktivis        : Ya namanya aktivis ya emosi
Pedagang    : Ya tapi jangan berisik juga
Aktivis        : Ya meskipun berisikkan yang penting berisi
Pedagang    : Isi apanya...
Jarjit        : Ya isinya berisik itu tadi

Aktivis        : Bener katanya bung pedagang, walaupun tempat kita kumuh, kotor, sehingga harus digusur tetapi kita sebagai rakyat bawah tidak terima dengan apa yang telah dilakukan orang atas. Kita malah ditindas.
 Coba deh, sebenarnya kita lebih berwibawa dari orang atas sana.
Jarjit        : Loh kok bisa?
Aktivis        : Bapak lebih milih mana, pakai bawahan tapi gak pakai atasan. Apa pakai atasan tapi gak pakai bawahan?

Reporter     : Assalamualaikum
Serempak    : ( Menyela) Walaikumsalam
Reporter    : Warohmatullahhi Wabarokatuh. Belum selesai keles
Reporter    : Jumpa lagi dengan saya, Jeremy Tetanus di Lipatan 6. Singkat, tajam, setajam golok!
Berita pertama membahas tentang cabe-cabean. Tanaman cabe keriting sekarang sudah semakin langka. Setelah dilakukan penyelidikan, Akhirnya ditemukan penyebabnya yaitu para cabe telah creambath sehingga menjadi cabai lurus.
Berita kedua, Banyak terjadi kecelakaan membuat polisi membuat peraturan baru. Dimulai dari menyalakan lampu besar pada sepeda motor, hingga menyalakan lampu senter bagi pengendara sepeda. Tetapi bukannya malah berkurang malah  tingkat kecelakaan menjadi tinggi.
Akhirnya ditemukan penyebabnya. Ternyata adalah debu, sehingga pengendara kelilipan, mengantisipasi hal itu. Polisi menghimbau untuk tidak menyetel “lagu butiran debu”
Reporter    : Berikutnya seorang narapidana Koruptor, Gayung Timbunan. Telah diketahui jalan-jalan di Bali. Hal ini dibuktikan ketika dia ketahuan terjepret kamera saat sedang menonton pertandingan voli.


Reporter    : Sekian dari saya, tetap saksikan kami setelah jeda berikut ini.

(Di sini Reporter bisa ganti baju, menjadi koruptor)

Video Pendamping Drama Teks Anekdot ini salin alamat ini
                                                                https://youtu.be/5nnnF8lAwMg

Pedagang    : Wah, gila tuh orang!
Aktivis        : (teriak) Setuju!

(Disini Koruptor datang, duduk. Mengaduk minuman dengan uang. )       

Aktivis        : Wah, maestronya dateng bang
Pedagang    : Ya tuh, bang, masuk tipi
Jarjit        : Bang, emang enak jadi koruptor?
Koruptor    : Enak lah.
Pedagang    : Tapi kan kayak maling gitu
Koruptor    : Loh, heh. Hehehehe, Gurarara, saya gak setuju, koruptor sama maling beda.
Aktivis        : Apanya yang beda!
Koruptor    : Kalau maling ketahuan, pasti dihajar. Tapi koruptor mah, malah masuk tipi
Koruptor    : Kedua, koruptor gak pernah kemalingan
Aktivis        : Loh? Kenapa?
Koruptor    : Soalnya maling gak mau hartanya haram 2 kali. Entar direka ulang hukumannya. Coba aja abang pikirin, maling mencuri uang yang dicuri seorang pencuri dari seorang pencuri. Noh dia mencuri berapa kali tuh. Pantas hukumannya lebih berat dari koruptor. Kalau koruptor, yang penting dengan money hukuman bisa dibeli.
Aktivis        : Iya juga ya pak.
Koruptor    : Wah, pentolan jam saya udah jam 8. Udah dulu yang bang, ane mau ke Argentina
Aktivis        : Oke deh, semoga sukses jadi koruptor.
Jarjit        : Waduh negara kita ini pemerintahannya udah gila semua.
Aktivis        : Setuju bang, uanglah yang di Tuhankan. Janji dipalsukan.

Setelah itu tiap anggota kelompok berjejer. Membaca kesimpulan ini.
Bla...bla...bla Bla...bla...bla Bla...bla...bla (susun sendiri gaN ;0



Kesimpulannya, negara Indonesia ini sudahlah sangat lucu. Sebagaimana sebuah puisi  dari Ismail Marzuki  yang berjudul ( Ane lupa judulnya, gan. Cari aja di Internet)

Kita hidup di sebuah zaman ketika uang dipuja-puja sebagai Tuhan
Dengan uang hubungan antar manusia diukur dan ditentukan
Ketika mobil, tanah, deposito, relasi dan kepangkatan
Ketika politik, ideologi, kekuasaan disembah sebagai Tuhan
Ketika dominasi materi menggantikan Tuhan
Sehingga di negeri ini tak jelas lagi batas antara halal dan haram
Seperti membedakan warna benang putih dan benang hitam
Di hutan kelam
Jam satu malam
Ketika 17 dari 33 Gubernur jadi tersangka
52 persen banyaknya
Ketika 147 dari 473 Bupati dan Walikota jadi tersangka
36 persen jumlahnya
Ketika 27 dari 50 anggota Komisi Anggaran DPR ditahan
62 persen jumlahnya
Ketika sogok menyogok dari barat ke timur menjadi satu
Pelaku bisnis menyuap ke kanan dan ke kiri
Mengantar komisi kesanadan ke mari
Eksekutif, legislatif, yudikatif dan bisnis banyak menjadi garong berdasi
Walau masih ada yang jujur, tapi jumlahnya sedikit sekali
Ketika hakim, jaksa, polisi dan pengacara sedikit yang bisa dipercaya
Ketika keputusan pengadilan blak-blakan diperjual-belikan
Begitu banyak hakim, ha-a-ka-i-em, bila dipanjangkan,
Hubungi – aku – kalau – ingin – menang *)
Begitu banyak jaksa, je-a-ka-es-a, bila dipanjangkan,
Jajaki – aku – kalau – sesuai – anggarannya
Begitu banyak polisi, pe-o-el-i-es-i, bila dipanjangkan,
Percayalah – obyekan – licin – ini – sukses – implementasinya
Inilah dia zaman, betapa susah kita berjumpa kejujuran.
Teman-temanku
Kita hidup di zaman ketika perilaku bangsa mulai berubah
Sedikit-sedikit tersinggung, teracung kepalan dan marah-marah
Lalu merusak, membakar dan menumpahkan darah
Menggoyang-goyang pagar besi hingga rebah
Berteriak dengan kata-kata sumpah serapah
Sungguh sirna citra bangsa yang ramah tamah.


Oke teman-teman apa yang pasti kita rasakan
sekarang merasa sangat malu di dalam hati
Dan tak sadar berdosa
Karena kita ikut mewariskan keruwetan dan kebrantakan ini

Mari Bersihkanlah yang kotor-kotor
Selamatkan anak-anak dan cucu-cucu kita kelak
Bekerjalah dengan gebrakan yang cepat dan tegas
Sebagai bangsa kita bekerja, bekerja, bekerja
Sebagai bangsa kita berdoa, berdoa, berdoa.


Sami sarah: Contoh naskah drama lucu singkat 5 menit hingga 10 menit yang mengkritik pemerintahan Indonesia.

Kegiatan 1 kerja Mandiri membangun teks eksposisi
Tugas 4 Berpidato dalam bentuk teks eksposisi



Kerjakan tugas berikut ini sesuai dengan petunjuk yang diberikan!

(1)    Buatlah dua teks eksposisi mengenai tema yang sama.Yang pertama condong ke  sisi setuju; yang kedua condong ke sisi tidak setuju.

(2)    Ingatlah kembali bahwa teks eksposisi digunakan untuk mengungkapkan pendapat. Orang lain diminta untuk menerima pendapat tersebut. Untuk itu, argumentasi yang diberikan harus betul-betul kuat. Buatlah teks eksposisi dengan argumentasi yang tidak dapat dibantah oleh pembaca!

(3)    Sajikanlah di depan kelas salah satu teks eksposisi yang telah kalian buat ( pendapat dengan sisi setuju atau tidak setuju di bidang ekonomi atau politik) dalam bentuk pidato resmi. Gunakanlah gaya berpidato seperti Bung Karno, Bung Tomo, atau gaya tokoh pendiri kebangsaan Indonesia lain yang kalian kagumi.

Jawaban 2 teks eksposisi yang saling berbeda tanggapan

Contoh teks eksposisi yang mengarah pada sisi setuju

Perdagangan bebas

Perdagangan bebas memang  berperan penting untuk menciptakan penggunaan sumber daya secara efisien, setiap negara akan memproduksi barang spesialisasinya dan produksi itu memberikan
keunggulan  mutlak untuk meningkatkan pendapatan nasional. Dari aspek ekonomi perdagangan luar negeri bisa menambah devisa negara, meningkatkan pergaulan internasional.

Dari aspek politisi dapat melakukan transfer teknologi modern dan mempererat persahabatan antar negara. Dari aspek buruh dapat menambah lapangan pekerjaan.

Jelaslah, perdagangan luar negeri itu membawa dampak positif dan saling menguntungkan antar negara.

Contoh teks eksposisi dari sisi tidak setuju





Perdagangan Bebas

Perdagangan bebas memang berperan penting untuk menciptakan penggunaan sumber daya dengan baik, tetapi disamping itu perdagangan luar negeri membawa dampak negatif juga.

Dari aspek ekonomi produk lokal akan terancam dan kalah dengan adanya produk-produk asing yang lebih berkualitas dan murah. Dan itu bisa mengakibatkan kerugian perdagangan dalam negerri.

Selama dampak negatif belum dapat diukur, Indonesia tidak dapat diharapkan memperoleh untung dari perdagangan bebas. Kerugian negara akan sangat besar ketika kita kalah langkah menerapkan perdagangan bebas.

Jelaslah bahwa perdagangan bebas Indonesia perlu diperbaiki sehingga kerugian-kerugian tidak fatal akibatnya.

Kegiatan Satu, Pembangunan Konteks dan Pemodelan teks negosiasi


Jawaban soal dari tugas bahasa Indonesia-ekspresi diri dan akademik, paket kelas X (sepuluh) Kurikulum 13.

Tugas Teks Negosiasi antara Karyawan dan Pengusaha
Image src smallbiztrends

Tugas 4 

Mengidentifikasi tuturan Berpasangan dalam Teks Dialog

Kerjakan menurut petunjuk yang diberikan pada setiap nomor!
(1) Dialog itu terdiri atas 22 tuturan. Susunlah dialog itu menurut struktur teksnya, yaitu
  • pembukaan
  • isi
  • penutup
Untuk membantu kalian, titik-titik yang pertama jawabannya sudah diisi.
 
Negoisasi antara
   wakil karyawan dan wakil perusahaan

Pembukaan Tuturan: 1-5
Isi Tuturan: 6-18
Penutup Tuturan : 19-22

(2) Betulkah pembukaan dialog hanya berisi salam dan perkenalan antara wakil perusahaan dan wakil karyawan? Apa isi penutupnya?

Jawaban: Ya
                Penutup berisi ungkapan terima kasih dan salam penutup

(3) Perhatikan pasangan tuturan berikut ini!

2. Wakil Perusahaan    : Selamat sore.
                                       Mari, silahkan duduk.                Memerintah
3. Wakil Karyawan      : Ya, terima kasih.                        Mematuhi perintah

Terlihat bahwa pada tuturan nomor 2 dan 3, wakil perusahaan menyuruh wakil karyawan untuk duduk. Di situ terdapat pasangan tuturan memerintah-mematuhi perintah. Apabila perintah itu tidak dipatuhi, pasangan itu menjadi menjadi  memerintah-menolak perintah.

Pasangan tuturan yang lain yang mungkin terdapat dalam negosiasi adalah sebagai berikut.
Mengucapkan salam-membalas salam
Bertanya-Menjawab atau tidak menjawab
Meminta-memenuhi atau menolak tawaran
Mengusulkan-menerima atau menolak, usulan, dan sebagainya

berdasarkan pasangan tuturan itu, identifikasilah pasangan di bawah in dengan mengisi titik-titik yang tersedia. setelah selesai, cocokkan dengan pekerjaan teman kalian.


Dialog teks negosiasi



1. Wakil karyawan : Selamat sore, Pak.
2. Wakil perusahaan : Selamat sore. Mari, silakan duduk.

3. Wakil karyawan : Ya, terima kasih. 

4. Wakil perusahaan : Saya, Hadi Winoto, wakil dari perusahaan. Anda siapa?

5. Wakil karyawan : Saya Suparmin, yang dipercaya teman-teman untuk menemui pimpinan. (Mereka bersalaman)

6. Wakil perusahaan : Sebenarnya, apa yang terjadi? Semua karyawan di perusahaan ini melakukan demonstrasi. Kalau begini caranya, perusahaan bisa bangkrut dan karyawan bisa di-PHK.

7. Wakil karyawan : Tidak ada apa-apa, Pak. Kami hanya ingin memperbaiki nasib dan hidup layak.

8. Wakil perusahaan : Maksudnya?

9. Wakil karyawan : Ya, pasti Bapak tahu. Kami, karyawan, sudah bekerja keras demi perusahaan. Tetapi, kami merasa kurang mendapatkan imbalan yang pantas. Kami tidak dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari hanya dengan uang Rp2.000.000,00 sebulan. Paling tidak, kami menerima upah sebesar Rp3.000.000,00.

10. Wakil perusahaan : Itu tidak mungkin. Perusahaan sudah menanggung beban terlalu berat. Listrik naik, bahan bakar naik, dan biaya operasional lain juga naik. Kenaikan UMP (upah minimum provinsi) belum bisa naik sekarang.

11. Wakil karyawan : Kalau begitu, kami tetap akan melakukan aksi mogok kerja sampai tuntutan kami dipenuhi.

12. Wakil perusahaan : Tidak boleh demikian. Kita harus mencari jalan tengah.

13. Wakil karyawan : Lalu, bagaimana?

14. Wakil perusahaan : Saya akan mengusulkan kenaikan tersebut kepada direksi. Perusahaan     hanya mampu menaikkan UMP sampai Rp2.400.000,00. Tidak lebih dari itu. Anda sendiri tahu bahwa pada situasi global ini perusahaan mana pun mengalami kesulitan.

15. Wakil karyawan : Tidak bisa, Pak. Ini kota Jakarta, Pak. Semua harus dibeli dengan uang. Ya, tolong diusahakan bagaimana caranya agar kami dapat hidup layak. Paling tidak kami menerima gaji sebesar Rp2.800.000,00.

16. Wakil perusahaan : Nanti saya akan mengusulkan ke direksi sebesar Rp2.600.000,00.

17. Wakil karyawan : Tapi, usahakan lebih, Pak. Kami akan bekerja lebih keras lagi.

18. Wakil perusahaan : Baiklah, akan saya coba. Tolong kendalikan teman-teman karyawan dan sampaikan kepada mereka mulai besok semua karyawan harus masuk kerja kembali. Karyawan yang mogok kerja akan kena sanksi.

19. Wakil karyawan : Baik, Pak. Terima kasih. Boleh saya keluar?

20. Wakil perusahaan : Ya, silakan. 
 (Mereka bersalaman)
 Ketika Suparmin keluar dari kantor perusahaan, dia disambut oleh teman-temannya. Dia lalu menyampaikan hasil dialog dengan wakil perusahaan bahwa UMP mereka diusulkan naik paling tidak sebesar Rp2.600.000,00. 


Jawaban tiap pasangan Tugas 4 nomor 3




Nomor Identifikasi pasangan
1) Mengucapkan Salam
2) Menjawab salam - memerintah
3) Mematuhi Perintah - menjawab perintah
4) Memperkenalkan diri dan bertanya
5) Menjawab pertanyaan dan memperkenalkan diri
6) Bertanya dan menjelaskan
7) Menjawab pertanyaan
8) Bertanya - Memberi penjelasan
9) Menjelaskan dan permintaan
10) Menolak Permintaan
11) Menawarkan tawaran (Mengusulkan)
12) Menolak tawaran
13) Meminta usulan (bertanya)
14) Menawarkan usulan
15) Menolak usulan
16) Menawarkan usulan
17) Menerima usulan - meminta tolong
18) Mematuhi permintaan - meminta tolong
19) Berterima kasih - bertanya
20) Menjawab pertanyaan

(4) Perhatikan tuturan “Baik, Pak. Terima kasih. Boleh saya keluar?” (tuturan 19). Tuturan itu merupakan permintaan izin untuk meninggalkan ruang negosiasi, jelaskan, apakah hal itu menunjukkan bahwa negosiasi sudah selesai?

 ya, karena ini menyatakan  setuju - dilihat dari kata baik, Pak dan menutup percakapan

(5) Negosiasi di atas dilakukan dengan bahasa yang santun. Setujukah kalian bahwa yang dimaksud dengan santun adalah sikap dan perkataan yang menghargai orang lain?

ya.

(6) Salah satu bukti yang menunjukkan bahasa santun pada negosiasi itu adalah penggunaan ungkapan silahkan duduk. Pilihlah ungkapan lain berikut ini yang memperlihatkan kesantunan itu dengan membubuhkan tanda centang.


Ungkapan Kalimat Negosiasi Ya Tidak
a. ... apa yang terjadi, semua karyawan di perusahaan ini melakukan demostrasi sopan
b. ya, tolong diusahakan bagaimana caranya agar kami dapat hidup layak. sopan
c. Kita harus mencari jalan tengah. sopan
d. Tolong kendalikan teman-teman karyawan. sopan
e. Karyawan yang mogok akan kena sanksi sopan

alasan
a. sopan dilihat dari intonasinya
begitu pula b dan c
d sopan karena meminta tolong
e sopan karena sekedar memberitahukan peraturan

(7)Pada dialog diatas wakil pengusaha mengusulkan keinginan wakil karyawan kepada direksi perusahaan. Bayangkan kalian bertindak sebagai wakil siswa di sekolah kalian untuk melakukan negosiasi dengan kepala sekolah. Buatlah kalimat yang berisi usulan tentang keinginan teman-teman kalian itu!
Sebutkan 4 contoh usulan kepada kepala sekolah!
a. bu kepala sekolah, sebaiknya setiap hari jum’at diadakan kegiatan bersih-bersih setelah sholat Jum’at agar sekolah kita semakin indah, bersih, dan rapi.
b. Pak kepala sekolah, menurut keluhan dan saran teman-teman, sebaiknya untuk siswa kelas 10 jam belajar di sekolah harap dikurangi.  Selama ini kami selalu pulang sore, sebagian besar diantara kami langsung tidur sepulang sekolah. Jadi, itu usulan saya dan teman-teman saya.
c. Pak kepala sekolah, tolong biaya iuran sekolah diringankan untuk siswa yang tidak mampu, bahkan kalau bapak sanggup bisa digratiskan. Beberapa  diantara teman saya keluarganya sedang kesulitan finansial
d. Bapak kepala sekolah, mohon segera dibangun gedung koperasi sekolah. Hal itu dikarenakan koperasi merupakan salah satu syarat pemenuhan sekolah.

(8) pada awal dan akhir negosiasi para pelaku bersalaman. Aksi nonverbal seperti itu menunjukkan apa?
Jawaban:
Menunjukkan adanya kesepakatan  antara kedua belah pihak

(9) perbuatan awal dan akhir negosiasi para pelaku bersalaman, dapatkah dikatakan bahwa jarak antara wakil karyawan dan wakil perusahaan terasa makin jauh?
Ya itu adalah kebiasaan yang sudah membudaya.

(10) Seandainya mereka tidak bersalaman, dapatkah dikatakan bahwa jarak antara wakil karyawan dan wakil perusahaan terasa makin jauh?
 Ya, karena bersalaman sudah membudidaya sebagai simbol keeratan, dengan tidak bersalaman, orang dapat berpikiran acuh tak acuh.

Keyword: Struktur negoisasi, jawaban Paket bahasa Indonesia halaman 126, 127, 128, 129, 130, 131 kelas sepuluh semester 1 kurikulum 13 lengkap. employee and employer, pemilik usaha



Refano Pradana

{google-plus#https://plus.google.com/u/0/112244076923112035800/} {pinterest#https://id.pinterest.com/apsdbgsmgs/}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget